Terima Kasih Telah Mengisi Ruang Kosong Di Dalam Hati


DESAINART- Waktu itu, ketika aku masih kecil dan belum bisa berfikir secara jernih. Ibuku pergi untuk mencari pekerjaan ditempat yang jauh. Alasan perekonomian menjadi dasar keputusan yang dibuat olehnya, dan itu pula yang menjadi penyebab adanya konflik dalam keluarga kecilku. Kata eyang yang sekarang mengasuhku, dulu orangtua mu pernah berkonflik karena semakin hari kebutuhan akan sandang pangan semakin meningkat namun pendapatan dari hasil kerja mereka yang minim ditambah bapak baru saja terkena pemutusan hubungan kerja. Keputusan yang berat akhirnya dipilih oleh kedua orang tuaku. Bapak memberi izin karena niat ibuku untuk merantau semakin bulat hingga tibalah saat-saat perantauan itu.

Aku sebagai seseorang yang masih kecil dan belum bisa berbuat banyak hanya bisa menangis, karena ibu akan pergi meninggalkan ku entah sampai kapan. Alhasil eyang lah yang bergantian untuk mengasuhku sekaligus orang tua kedua setelah orang tua kandungku. Ketika pengasuhanku berpindah ke eyang maka aku di bawa ke semarang karena memang eyang bertempat tinggal disana.

Ketika itu aku masih sangat belia baru berumur sekitar 3 tahun, disemarag kami tinggal berempat bersama anak laki-laki eyang yang tidak lain adalah adik dari ibuku. Perasaan bahagia bercampur lara menghinggapi diriku. Bahagia karena ada yang menjadi orang tua kedua untukku. Dan lara karena aku harus berpisah dengan kedua orang tua kandungku disaat aku sangat membutuhkan kasih sayangnya.

Semuanya telah menjadi takdir untukku, kehidupan baru dengan orang baru pula, disana aku juga mendapatkan teman baru yang belum pernah aku kenal sebelumnya. . Suatu ketika kerinduanku pada orang tuaku muncul begitu saja dan aku hanya bisa menangis tertegun-tegun. Kedua eyangku berusaha untuk menenengkanku, ketika itu aku merasa sangat iri dengan teman sebayaku. Karena mereka bisa bercengkrama dengan orang tua mereka sedangkan aku hanya bersama kedua eyangku, pernah juga merasa bahwa dunia ini sangat kejam, namun aku hanya bisa pasrah menerima semua itu.

Setelah beberapa tahun lamanya, aku mulai terbiasa tinggal bersama keluarga eyang dan aku telah melupakan kedua orang tuaku. Aku sangat bersyukur karena eyang sangat menyayangiku. Perlakuan baik selalu aku dapatkan dari hal-hal sederhana dalam kehidupan yang sederhana pula.

Eyang kakung adalah seorang supir rumahan. Ia bekerja di daerah Mataram (Kota Semarang) untuk mengantar jemput sekolah anak. Namun setiap pagi setelah subuh aku selalu diajak belanja ke pasar. Eyang putri jualan gorengan dan membuka toko kelontong di rumah.

Hal-hal sederhana sudah melekat di kehidupan baruku. Tahun demi tahun telah berlalu hingga aku mulai masuk sekolah dasar, disana aku bertemu dengan orang-orang yang sangat banyak yang belum pernah kukenal sebelumnya, awal –awal masuk sekolah eyang selalu mengantarku hingga aku terbiasa berangkat sekolah bersama teman-temanku. Betapa besar kasih sayang mereka kepadaku dan aku sangat bersyukur bisa hidup bersama mereka.

Beberapa tahun setelah itu anak eyang yang telah lulus sekolah kemudian merantau ke Ibukota untuk mencari pekerjaan, hingga kami hanya tinggal bertiga. Kehidupan lama kelamaan mengalami masa sulit karena pada saat aku kelas 4 SD eyang kakung meninggalkan kami untuk selama-lamanya.

Rasa sedih terus menghantui kehidupan kami. Eyang putri yang berusaha mencari nafkah untuk menghidupi kami yang hanya tinggal dua orang saja. Waktu demi waktu terus berlalu, hingga kami terbiasa hidup berdua. Rasa sayang eyang kepadaku masih besar seperti dahulu, namun kehidupannya mulai berbeda sejak kepergian suaminya, beberapa kali juga eyang pergi ke Ibukota untuk sekedar menemui anaknya, karena kerinduan kepada anaknya yang semakin besar dan tidak dapat dibendung.

Aku sangat bahagia karena memiliki eyang dan aku sangat bersyukur karena hidup bersamanya. Ia bagaikan malaikat yang menghapuskan kesedihanku dikala ada ruang kosong didalam hatiku. Aku juga bersyukur karena dimasa tuanya aku dapat berbakti kepada eyang dengan membantu memberikan sedikit materi untuknya.

Walaupun aku juga tau bahwa sebesar apapun materi yang kuberikan, tak akan mampu untuk membayar rasa cintanya kepadaku di masa lalu. Semoga ia selalu mendapatkan kebaikan dan aku hanya bisa mengucapkan terima kasih. Engkau telah mengisi ruang kosong didalam hatiku dengan rasa cinta dan kasih sayangmu. (Ditulis oleh Andy Hermawan)


DESAINART

Kami tidak bermaksud menampilkan data valid atau informasi lengkap, sekedar berbagi sedikit faedah saja (jika ada)

What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *