Tere Liye – Negeri Di Ujung Tanduk


Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi.

Di Negeri di Ujung Tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.

Tapi di Negeri di Ujung Tanduk setidaknya, kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci, meski habis seluruh darah di badan, menguap segenap air mata, dia akan berdiri paling akhir, demi membela kehormatan.

Anak-anakku,
Jadilah orang-orang yang berdiri gagah di depan,
Membela kebenaran dan keadilan.
Jadilah orang yang berdiri perkasa di depan,
Membantu orang-orang yang lemah dan dilemahkan.
Atau jika tidak, berdirilah di belakang orang-orang yang melakukannya,
Dukung mereka sekuat tenaga



“Kita harus menyadari hal ini. Kita sebenarnya sedang berperang melawan kezaliman yang dilakukan kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita yang mengambil keuntungan karena memiliki pengetahuan, kekuasaan, atau sumber daya. Kita memilih tidak peduli, lebih sibuk dengan urusan masing-masing, nasib negeri ini persis seperti sekeranjang telur di ujung tanduk, hanya soal waktu akan pecah berantakan. Ini negeri di ujung tanduk, Thomas.

Ebook Tere Liye


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
DESAINART

Web ini coba mempublikasikan karya desain grafis secara rutin dan berkala. Bagi siapa saja yang merasa terinspirasi dan ingin berbagi rezeki untuk membantu keberlangsungan kami, silahkan cari kolom #urundana

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *