Tere Liye – Moga Bunda Disayang Allah

Tere Liye merupakan nama pena dari seorang novelis yang diambil dari bahasa india yang berarti “Untukmu”. Tere Liye lahir dan besar di pedalaman Sumatera, pada tanggal 21 Mei 1979, dia anak keenam dari tujuh bersaudara.


Dalam Novel ini diceritakan seorang anak berumur 6 tahun bernama Melati yang memiliki keterbatasan dalam hidupnya, ia menderita buta,tuli dan bisu semua keterbatasan yang dialami oleh melati suadah snagt membuat ia frustasi ia tak dapat mengenal siapa tuhanya, alam serta isinya,semua rasa keingin tahuanya akan segalahal membuatnya semakin frustasi dan akhirya tak dapat dikendalaikan, sering kali melati mengamuk dan melempar-lempar benda-benda jika ia disentuh ia akan langsung merota-ronta melawan. Kedua orang tuanya tuan HK dan istrinya hampir putus asa akan kesembuhan melati ,dokter dari luar negri sudah beberapa kali mencoba menangani namun hasilnya tetaap sama tidak ada perubahan.

Hinga akhirnya pak guru karang yang suka mamabuk dan terpuruk akan kehidupan lah yang datang menolong melati agar dapat mengenal tuhan, dunia dan seisinya, sudah beberapa kali bunda melati mengirimkan surat bahakan mengujungi karang langsung ke rumah ibu gendut dimana karang tinggal utuk meminta bantuan agar mau membantu melati, awalnya karang tak ada minat sedikitpun utuk membantu melati karna rasa berslah dan frustasi yag masih terbayang dibenaknya yang menewaskan 18 anak didiknya di taman bacaan ketika terjadi kecelkaan tengelmnya kapal, hal itu masih terbayang di benak karang karna tak dapat menyelamatkan mereka, namun karna bujukan ibu gendut dan kecintaan karang terhadap anak kecil ia akhirnya berubah pikiran mau membantu melati lepas dari segala frustasi dan rasa keingitahuanya yang sudah lama membuncah dalam benknya utuk mengenal dunia dan seisinya.

“Buku ini akan membuat Anda lebih mencintai Allah dan hamba-hamba-Nya. Jangan menjadi orang yang merugi karena tidak mendapatkan “ilmu” dari buku ini.”-

—- (Ratih Sang, Penulis buku “Kerudung Praktis”)

Karang berusaha semampunya mengajari melati mengenal benda mengajari ia tata kerama makan dan lain sebgaianya, yang tadinya melati amat sanagt susuah makan dengan sendok akhirnya ia bisa walau harus berulangulang kali gagal, melti sudah bisa duduk di atas kursi jika ia makan, hampir rasa putus asa itu timbul dalam diri karanga namun secara bertahap kebesaran tuhan sudah mulai terlihat dalam diri melati walau banyak kendala yang dialami oleh karang kerap bebrapa kali ia ingin diusir dari rumah mewah itu karna dianggap tak ada hasil atau perkembangan dalam diri melati,namun pada suatu ketika melati tak dapat lagi membendung rasa keingin tahuanya akan benda yang dingin dan sanagat mnyenagkan baginya itu ia keluar berjlan merba-raba menuju taman, bediri dibawah rintikan hujan meraskan benda yang sanagat ia sukai, Lalu keajaiban datang ketika air mancur membasuh lembut telapak tangan Melati. Melati merasakan aliran air di sela jemarinya.

Saat itulah untuk pertama kalinya Karang melihat Melati tertawa. Karang akhirnya mengerti, melalui telapak tangan itulah karang menuliskan kata Air, dan meletakkan telapak tangan Melati kemulutnya dan berkata A-I-R. Melati akhirnya mengerti benda yang menyenangkan itu bernama air. Melalui telapak tangan Melati, air mancur yang mengalir di tangan dan sela-sela jarinya berhasil mencukilnya. Melalui telapak tangan itulah semua panca indera disitu. Akhirnya dunia Melati tidak lagi gelap. Dia bisa mengenali orang tuanya, dia bisa mengenali kursi, sendok, pohon dan sebagainya.

Download E-book

What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Desain Art

desainart.net dibangun pada tahun 2018 dengan harapan dapat menjadi media alternatif yang menginspirasi khususnya kaum milenial. desainart berawal dari sekumpulan orang yang sedang berusaha tidur teratur dan sedang berlajar menjadi muslim yang baik

Komentar