Puisi – Sebuah Perjalanan dari Robert Frost


DESAINART- Robert Frost adalah salah satu penyair yang banyak di sukai di dunia. Salah satu puisi yang saya sukai dari sekian banyak puisi yang ia buat adalah berjudul “The Road Not Taken” atau Jalan yang Tidak Kutempuh. Mari kita simak puisinya berikut ini :

Jalan yang Tidak Kutempuh

Dua jalan bercabang dalam remang hutan kehidupan,
Dan sayang aku tidak bisa menempuh keduanya
Dan sebagai pengembara, aku berdiri lama
Dan memandang ke satu jalan sejauh aku bisa
Ke mana kelokannya mengarah di balik semak belukar;

Kemudian aku memandang yang satunya, sama bagusnya,
Dan mungkin malah lebih bagus,
Karena jalan itu segar dan mengundang
Meskipun tapak yang telah melewatinya
Juga telah merundukkan rerumputannya,

Dan pagi itu keduanya sama-sama membentang
Di bawah hamparan dedaunan rontok yang belum terusik
Oh, kusimpan jalan pertama untuk kali lain !
Meski tahu semua jalan berkaitan,
Aku ragu akan pernah kembali

Aku akan menuturkannya sambil mendesah
Suatu saat berabad-abad mendatang
Dua jalan bercabang di hutan, dan aku …
Aku menempuh jalan yang jarang dilalui,
Dan itu mengubah segalanya

[ Robert Frost, 1916 ]

Setelah pertama kali saya membaca puisi tersebut, saya sering coba merefleksikan puisi yang ditulis Robert. Memilih untuk tidak hidup seperti orang kebanyakan yaitu hidup tanpa mengejar harta melimpah, tapi lebih menebar kebermanfaatan. Tentu itu adalah keputusan yang sulit dan menyakitkan. Tetapi saya meyakini, bahwa keputusan itu adalah keputusan yang membentuk perjalanan lain dalam hidup saya.

Saya memandang, bahwa kebanyakan rekan saya (yang berpendidikan tinggi), pergi ke sekolah dan tidak pernah belajar bagaimana uang itu bekerja. Mereka berkeinginan memperoleh gelar, kemudian mendapat pekerjaan yang baik untuk menghasilkan uang sebanyak-banyaknya.

Akhirnya kebanyakan dari mereka menghabiskan hidupnya untuk bekerja demi uang. Karena mereka uang adalah salah satu bentuk kekuasan, bahkan kekuatan, dengan kata lain, mereka secara tidak sadar memposisikan diri sebagai hamba uang, bukan Tuhan.

Karenanya, saya ingin mendorong kepada siapa saja yang membaca tulisan ini, belajarlah menjadi kaya, memahami bagaimana uang bekerja dan yang paling penting bagaimana membuat uang bekerja untuk saya. Ingat, “Saya tidak bekerja untuk uang !” dan “Uang bekerja untuk saya !”

Salam Sobatart !


Hamdan Haqiqi

Kesadaran kita sebagai hamba sekaligus khalifah, perlu dikulik baik-baik. Mari tajamkan kemampuan untuk mengenali diri, jiwa dan memahami akal.

What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
1
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
1
Marah

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *