Sidang Komisi Fatwa MUI, yang berlangsung di ruang rapat MUI (Masjid Istiqlal Jakarta) pada tanggal 23 Rabi’ul Akhir 1417 H bertepatan dengan 7 September 1996, setelah :

Memperhatikan :

  • Surat Direktur Jenderal Bimas Islam dan Urusan Haji Departemen Agama RI Nomor: d/PN.01/3103/1996 tanggal 6 Juni 1996 perihal pengucapan sighat ta’liq talaq sesudah upacara akad nikah.
  • Pendapat para peserta sidang dalam pembahasan masalah tersebut.

Memutuskan :

  • Materi yang tercantum dalam sighat ta’liq talaq pada dasarnya telah dipenuhi dan tercantum dalam Undang-Undang No. 1/1974 tentang Perkawinan dan Undang – Undang Nomor 7/1989 tentang Peradilan Agama.
  • Menurut Kompilasi Hukum Islam Indonesia (KHI), perjanjian ta’liq talaq bukan merupakan keharusan dalam setiap perkawinan (KHI Pasal 46 ayat 3).

Menyarankan :



Pengucapan sighat ta’liq talaq, yang menurut sejarahnya untuk melindungi hak-hak wanita (isteri) yang ketika itu belum ada peraturan perundang-undangan tentang hal tersebut, sekarang ini pengucapan sighat ta’liq talaq tidak diperlukan lagi. Untuk pembinaan ke arah pembentukan keluarga bahagia sudah dibentuk BP4 dari tingkat pusat sampai dengan tingkat kecamatan.

Jakarta, 23 Rabi’ul Akhir 1417 H
7 September 1996 M

Download Fatwa


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
DESAINART

Blog ini tidak bermaksud menampilkan data-data valid atau informasi lengkap, tapi kami mengajak siapa saja yang singgah disni, melihat hal-hal keseharian dengan lebih sederhana, santai, wajar bahkan jenaka, tetapi tetap menemukan kedalaman.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *