Pencegahan Stroke Pada Usia Lanjut Dengan Hindari Depresi

Depresi adalah suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi.


DESAINART- Depresi adalah suatu perasaan kesedihan yang psikopatologis, yang disertai perasaan sedih, kehilangan minat dan kegembiraan, berkurangnya energi yang menuju kepada meningkatnya keadaan mudah lelah yang sangat nyata sesudah bekerja sedikit saja, dan berkurangnya aktivitas.

Penelitian Martin Liebertrau, dkk American Stroke Assosiation, 2008. Studi mencakup 494 orang laki-laki & wanita. Depresi sebagai faktor resiko terjadinya stroke pada usia 85th, Prevalensi terjadinya stroke pada usia 85 th adalah 19% bila tak diobati 3th mendatang akan terjadi stroke dengan insiden 14%. Kewaspadaan perlu sejak usia 60 tahun.

Penyebab Depresi

Faktor external; ditinggal mati pasangan hidup, kehilangan harta yang berharga, kesulitan ekonomi dan perubahan situasi, stres kronis, dan penggunaan obat. Relasi interpersonal yang kurang baik.

Faktor internal (biologik); genetik, perubahan struktural otak, faktor resiko faskular, kelemahan fisik.

Gejala Depresi

Perasaan sedih, kehilangan energi, cepat merasa lelah, kemunduran psikomotor, sifat agitatif/suka mengamuk, gangguan kognitif, menurunnya selera makan, gangguan tidur, hilangnya interes/minat dan kesenangan, keinginan untuk bunuh diri, merasa dirinya tak berguna, dan perasaan cemas.

Terus menerus merasa sedih, cemas, atau suasana hati yang kosong, perasaan putus asa dan pesimis, perasaan bersalah, tidak berdaya, dan tidak berharga. Kehilangan minat atau kesenangan dalam hobi dan kegiatan yang pernah dinikmati. Penurunan energi dan mudah kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, mengingat, atau membuat keputusan. Insomnia, pagi hari terbangun, atau tidur berlebihan. Nafsu makan berkurang bahkan sangat berlebihan. Penurunan berat badan bahkan penambahan berat badan secara drastis. Selalu berpikir kematian atau bunuh diri, percobaan bunuh diri, gelisah dan mudah tersinggung, terus menerus mengalami gejala fisik yang tidak respon terhadap pengobatan, seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, dan sakit kronis.

Depresi mempunyai hubungan timbal balik dengan penyakit non infeksi seperti jantung dan stroke. Depresi yang hadir bersamaan penyakit tersebut dapat meningkatkan resiko mortalitas (kematian) dan memperparah derajat kesakitan (morbiditas). (Suryo Darmono, SpKJ Bagian FKUI / RSCM).

Faktor resiko stroke; Usia, tekanan darah tinggi, kencing manis, kadar kolesterol yang tinggi, penyakit jantung, merokok, stres, depresi.

Terapi; Mengubah persepsi dan menasehati diri sendiri, sosialisasi, banyak berteman bantuan keluarga, konsultasi dokter, obat anti depresan dan anti cemas.

Tips Pencegahan Stroke
  1. Jangan salahkan diri sendiri
    Ini adalah cara tersederhana, termurah, dan paling ampuh atasi depresi. Stigma depresi yang cenderung menyalahkan diri sendiri ditambah perasaan tak mampu dan bersalah dapat hilang jika Anda mengenyahkan semuanya perasaan itu secara proaktif dan sabar.
  2. Curhat
    Memang tak mudah, tapi berkeluh kesah pada orang lain tentang permasalahan Anda lebih baik ketimbang memendamnya sendiri.Meski sahabat atau keluarga Anda tak memahami ataupun dapat menyelesaikan persoalan yang Anda alami, mereka tentunya akan memberikan semangat dan dukungan untuk Anda.
  3. Olahraga teratur
    Mungkin hal ini yang paling enggan Anda lakukan ketika tengah tertekan, tapi berjalan atau berlari ataupun melakukan gerakan seperti memukul dapat membuat Anda merasa lebih baik.Bahkan menurut penelitian, olahraga dapat membuat Anda merasa lebih baik selama 10 jam ke depan.
  4. Jangan buat keputusan
    Depresi dapat mempengaruhi persepsi dan penilaian Anda terhadap sesuatu. Maka, akan lebih bijak untuk tak memutuskan apa pun hingga Anda merasa lebih baik.Tapi, jika Anda memang harus memutuskan sesuatu, janganlah impulsif atau tergesa-gesa, bicarakan dahulu dengan orang yang Anda percayai, seperti psikolog, keluarga atau sahabat.
  5. Jagalah kesehatan
    Jika merasa depresi, Anda akan cenderung mengabaikan kesehatan. Tapi hal itu justru lebih berbahaya karena akan memperburuk gejala depresi, bahkan dapat mengarah ke penyakit-penyakit yang lebih serius seperti diabetes dan jantung.
  6. Lakukan rutinitas
    Berkutat pada rutinitas yang itu-itu saja ternyata dapat membantu orang yang tengah depresi.Lakukanlah kegiatan rutin di waktu yang sama setiap harinya. Rutinitas seperti berjalan-jalan, berbelanja, atau mencuci membantu Anda terjebak dari kecenderungan menyendiri dikamar. Jika dapat melakukannya, Anda tentunya berpotensi untuk segera sembuh.
  7. Makan makanan sehat
    Apa yang kita makan tak hanya berpengaruh pada tubuh, tapi juga otak. Jadi, bila Anda merasa tertekan, makanlah makanan yang sehat dan seimbangkan gizi Anda dengan makanan kaya serat, seperti buah dan sayur.Beberapa hasil penelitian mengemukakan bahwa omega 3 yang terkandung dalam ikan dan suplemen minyak ikan dapat membantu mengatasi depresi.
  8. Hindari narkoba, alkohol dan merokok
    Jangan mencoba untuk mengalihkan depresi dengan mengonsumsi obat-obatan terlarang, minuman beralkohol, dan merokok.Orang yang menderita depresi dan kecemasan sering beralih ke alkohol, obat-obat dan merokok untuk meringankan gejalanya, tetapi hal itu justru merugikan dalam jangan panjang. Minuman beralkohol, obat-obatan dan merokok akan mempengaruhi otak dan tentunya akan menciptakan masalah pada hubungan Anda, pekerjaan, dan aspek hidup lainnya.
  9. Tidur nyenyak
    Maslah tidur seperti insomnia biasa terjadi bila kita tengah depresi dan kekurangan tidur akan membuat kita kekurangan semangat.Memang belum diketahui secara pasti hubungan antara depresi dan tidur, tapi para ahli menyarankan orang yang depresi untuk cukup tidur dan bangun sesuai dengan jadwal.
  10. Hindari lembur
    Janganlah melakukan aktivitas berlebihan bila sedang depresi dan jalani aktivitas seperlunya. Jika pekerjaan kantor Anda menumpuk, lakukan secara bertahap jangan sekaligus. Tak apa bila pekerjaan terkesan lambat, Anda layak untuk sedikit santai. Atau jika Anda tak tahan, mintalah cuti beberapa hari kepada atasan untuk mengembalikan semangat kerja Anda.

Demikian artikel singkat tentang Pencegahan Stroke Pada Usia Lanjut Dengan Hindari Depresi. Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang serta keberkahan dalam hidup. Aamiin.

Hatur Nuhun sudah mampir.


What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Lusy Nurkhayati
Tuhan menciptakan peristiwa-peristiwa dan kita mengulasnya dengan akal dan seluruh kemanusiaan kita. Sebab tanpa itu, kita tak akan menemukan ayat, akan kehilangan alamat.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *