Nurcholish Madjid – Islam Kemoderenan dan Ke-Indonesiaan

Prof. Dr. Nurcholish Madjid atau populer dipanggil Cak Nur, adalah seorang pemikir Islam, cendekiawan, dan budayawan Indonesia. Pada masa mudanya sebagai aktivis & kemudian Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam. Ia menjadi satu-satunya tokoh yang pernah menjabat sebagai ketua Umum HMI selama dua periode.


Tak sulit disepakati bahwa Nurcholis Madjid adalah seorang pemikir muslim modernis, atau lebih tepat, neomoderenis ‘istilah yang sering ia sendiri. Maka melanjutkan para perambah modernisme (klasik) di masa-masa lampau, Nurcholish Madjid berpendapat bahwa Islam harus dilibatkan dalam pergulatan-pergulatan modernistik. Namun, berbeda dengan para pendahulunya, kesemuanya itu tetap harus didasarkan atas kekayaan khazanah pemikiran keIslaman tradisional yang telah mapan. Dalam hal lain, sebagai pendukung neomodernisme, ia cenderung meletakkan dasar-dasar keislaman dalam konteks nasional dalam hal ini, keindonesiaan.



Islam, kemodernan, dan Keindonesiaan ini ‘di tengah berbagai pembahasan atas tokoh ini’ adalah buku pertama yang menampilkan secara lengkap pikiran-pikiran ‘tangan pertama’ Nurcholish Madjid, lewat tulisan-tulisannya sendiri mengenai soal-soal di atas. Meliputi rentang waktu tak kurang dari dua dasawarsa, antologi ini memuat pula pikiran-pikirannya tentang sekurelisasi, plus tinjauan kembalinya atas “heboh intelektual” yang disulutnya itu ‘tak kurang dari lima belas tahun setelah itu.

Setiap pembaharu di mana pun di muka bumi ini, hampir pasti dilawan, dicaci maki, dan dimusuhi, tetapi ajaibnya diam-diam ditakuti. Ini juga berlaku atas Nurcholish Madjid yang telah bekerja keras untuk mengawinkan keislaman dan keindonesiaan. — Ahmad Syafi’i Ma’arif

EBook Nurcholish Majdid


What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Desainart Project
Kita akan bersama dalam waktu yang lama, entah seberapa lama. Namun kita tak akan berpisah sebelum kata terakhir tuntas kita eja dengan seksama. Selamat Membaca !

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *