Musibah, Antara Ujian atau Hukuman?


Setelah ngobrol cukup lama terkait peristiwa besar yang akhir-akhir ini terjadi. Seperti pesawat jatuh, banjir, meninggalnya ulama dan tak ketinggalan juga terkait dana bansos (bantuan sosial) yang di kourpsi. Teman saya tiba-tiba bertanya dengan muka serius sambil mengerenyitkan dahinya.

Jadi Musibah itu ujian atau hukuman? tanyanya sambil menatap saya dengan tajam.

Dengan keterbatasan ilmu dan pengalaman, saya coba menjawab pertanyaan serumit ini dengan jawaban sesederhana mungkin.

Sebagaimana pesan dari Pak Yai, saat ngaji. Bahwa pesan-pesan keagamaan itu rumit tapi harus disampaikan dengan cara yang sederhana agar mudah dipahami.

(Pendapat saya) Musibah itu ada dua tipe, bisa jadi ia sebagai ujian bisa juga sebagai bentuk hukuman.

Pertama, saat musibah diturunkan pada orang beriman, maka musibah adalah ujian. Namun jika musibah diturunkan pada mereka yang berbuat maksiat, musibah merupakan hukuman.

Yang perlu diingat, jika musibah menimpa diri kita, sebaiknya kita bertanya, dosa apa yang telah kita lakukan, hingga musibah diberikan pada kita?

Dan juga sebaliknya, jika menimpa orang lain, tidak selayaknya kita maknai sebagai hukuman dengan pertimbangan kemanusiaan.

Tapi ini cuma pendapat saya loh, jangan dijadikan pegangan apa lagi kebenaran mutlak. Nanti tanya-tanya lagi aja sama yang lebih berkompeten di bidangnya.

Yang harusnya kita lakukan, saat musibah apa pun menimpa diri kita, jadikan ia wasilah untuk lebih dekat denganNya. Karena terkadang Tuhan menjanjikan rahasia-rahasia dibelakang sebuah peristiwa atau musibah. Pungkas saya.

Akhirnya mari kita bertafakur kepada Allah SWT dengan segala apa yang telah terjadi pada diri kita. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ankabut ayat 2 – 3

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?

Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

Dan juga firman Allah masih dalam surat yang sama, yaitu ayat 40 (yang artinya)

Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.


Hamdan Haqiqi

Kesadaran kita sebagai hamba sekaligus khalifah, perlu dikulik baik-baik. Mari tajamkan kemampuan untuk mengenali diri, jiwa dan memahami akal.

What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *