DESAINART- Tingginya angka kematian dan angka kesakitan pada jamaah haji selama berada di Arab Saudi dikarenakan faktor usia jamaah (usia lanjut) dengan berbagai penyakit kronik yang diidap, iklim yang sangat sjauh berbeda, penatalaksanaan kesehaan sebelum berangkat, pencatatan status kesehatan tidak akurat pada buku kesehatan jamaah, ketpatan dan kecepatan diagnosis pada keadaan emergensi, kecepatan dan ketepatan penanggulangan kasus-kasus gawat darurat.

Permasalahan Kesehatan

Kelompok jamaah risiko tinggi (risti). Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi fatal saat melaksanakan aktivitas fisik pada cuaca yang sangat panas atau sangat dingin dengan kepadatan manusia dan polusi udara yang tinggi. Berbagai penyakit kronik yang diidap jamaah, terutama lansia, menjadi catatan penting bagi petugas kesehatan yang mendampingi, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, penyakit paru kronik, penyakit hati dan pencernaan, penyakit tulang dan sendi, serta penyakit saraf seperti post stroke. 

Macam Masalah
Gangguan kesehatan jamaah haji

Gangguan kesehatan jamaah terbanyak ISPA adalah batuk, pilek, yang kadang disertai demam dan sakit tenggorokan. Keluhan lainnya berupa sakit otot dan sendi serta lesu dan lelah sebagai akibat aktivitas fisik (jalan kaki) yang lebih banyak dari biasanya.
.

Identifikasi Faktor Risiko Jamaah Haji di Kloter

Faktor Risiko Internal

  • Hipertensi, penyakit jantung, asma, PPOK, diabetes, stroke.

Faktor Risiko Eksternal

  1. Tawaf; Mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali, dengan arah berlawanan jarum jam, dimana ka’bah berada di sisi kiri badan.
  2. Sai; berjalan sambil berlari kecil pulang balik sebanyak tujuh kali dari bukit Safa ke Marwah, yang berkisal 500 m di sisi kiri badan).
  3. Wukuf di Arafah selama satu hari; berangkat dari Mekkah sebelum wukuf, dan tidur di bawah tenda pada malam sebelum wukuf.
  4. Bermalam di Musdalifah di ruang terbuka, beratapkan langit dan berlantai tanah yang dipenuhi dengan debu dan manusia yang sangat padat dan diselimuti cuaca dingin.
  5. Lontar Jumroh sekali sehari selama tiga hari. Perjalanan dari pemondokan ke Jamarat berjarak 2-5 km, sangat padat oleh jamaah yang lalu lalang,dan berdasarkan saat melontar jumroh.
Potensial Penyakit di Arab Saudi
  • Penyakit menular
    Meningitis meningokokus (Radang Selaput Otak). ISPA dan Influenza. Polio. Diare. Infeksi melalui cairan tubuh, penyakit lain.
  • Penyakit kronis: penyakit jantung dan obstruksi paru kronis.
  • Heat Storke
Masalah Lainnya
  • Pengaruh lingkungan penerbangan terhadap faal tubuh
  • Beberapa masalah kedokteran pada penerbangan jarak jauh
  • Pengaruh kelembaban, udara kering, udara dingin dan dehidrasi
  • Persiapan menjelang keberangkatan
Wasapada Virus Corona

Isu kesehatan perlu diwaspadai oleh calon jamaah yang akan pergi ke Arab Saudi. Salah satunya tentang bahayanya virus Corona. Sama seperti virus yang menyerang pernafasan lainnya, virus Corona sangat mudah menyebar melalui udara. Virus ini termasuk baru dan hingga kini belum ditemukan vaksin untuk mencegahnya.

Namun, virus ini cepat menghilang di udara. Virus Corona yang menjadi buah bibir ini, adalah MERS-CoV, singkatan dari Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus. MERS-CoV adalah penyakit sindrom pernafasan yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang saluran pernafasan mulai dari ringan sampai yang berta.

Gejalanya adalah demam, batuk dan sesak nafas hingga yang bersifat akut. Gejala yang lain bisa berupa flu biasa hingga infeksi saluran pernafasan bawah atau radang paru. Virus ini merupakan jenis baru dari kelompok Coronavirus (Novel Corona Virus). Virus ini pertama kali dipopulerkan pada bulan September 2012 di Arab Saudi.

Cara Penularan

Virus ini dapat menular antar manusia secara terbatas dan transmisi penularannya tidak berkelanjutan. Kemungkinan penularannya dibagi 2 (dua), yaitu;

  1. Secara Langsung, antara lain melalui percikan dahak (dropet) pada saat pasien batuk atau bersin.
  2. Secara tidak langsung, antara lain melalui kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi virus.
Cara Penyebaran

Penyebarannya juga sama seperti virus pernapasan lain, yaitu melalui pelepaan material virus ke udara melalui batuk dan bersin. Artinya, virus ini dapat menyebar dengan sangat mudah, yaitu hanya dengan bantuan udara saja. Virus yang telah terlepas ke udara tersebut akan terbawa angin dan dapat mencai korban baru dengan cara masuk melalui fungsi pernafasan mereka.

Tips Pencegahan

Tips Bagi jamaah haji untuk mencegah tertular virus corona :

  1. Jagalah kesehatan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  2. Cuci tangan secara rutin setiap hari
  3. Bila menemukan gejala gangguan pernafasan segera laporkan ke petugas kesehatan baik saat di tanah suci maupun saat tiba di tanah air.
  4. Perbanyaklah minum karena dehidrasi merupakan awal masuknya berbagai penyakit.
  5. Konsumsilah makanan yang sehat, istirahat yang cukup dan jagalah kesehatan.

Demikian artikel singkat tentang Kesehatan Jamaah Haji. Bila ada kritik, masukan dan atau pun saran bisa langsung di kolom komen ya !

Hatur nuhun sudah mampir Semoga bermanfaat.


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Uchie NH

Tuhan menciptakan peristiwa-peristiwa dan kita mengulasnya dengan akal dan seluruh kemanusiaan kita. Sebab tanpa itu, kita tak akan menemukan ayat, akan kehilangan alamat.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *