DESAINART – Dalam hidup, manusia pasti pernah melakukan kebohongan. Hal tersebut mungkin dianggap biasa, pun banyak sebab yang mendasari seseorang melakukan kebohongan. Dalam dunia psikiatri, orang yang kerap berperilaku bohong seperti melakukan kebohongan -kebohongan aneh yang meyakinkan, atau menjadikan bohong sebagai kebiasaan, hingga kerap membuat khayalan bohong bisa disimpulkan sebagai salah satu penderita gangguan jiwa. Biasanya, mereka yang melakukan kebohongan jauh lebih banyak daripada umumnya orang disebutĀ pseudologia fantastica.

Adapun kecenderungan patologis untuk secara rela dan sadar berbohong dan membuat cerita khayalan disebut mythomania. Mythomania sendiri merupakan kecenderungan berbohong yang dimaksudkan bukan untuk menipu atau mengelabui orang lain. Penderita gangguan Myhthomania akan membuat dirinya sendiri percaya bahwa kebohongan yang dia buat adalah nyata.

Lazimnya, seseorang melakukan kebohongan dengan kondisi sadar, namun tidak dengan Mythomania, mereka kerap tidak menyadari bahwa dirinya sedang berbohong dan menceritakan khayalan yang ada dibenaknya. Meraka bahkan tidak mampu membedakan antara ‘kenyataan’ yang berasal dari imajinasinya dan kenyataan yang sebenarnya.

Berbeda dengan kebohongan biasa yang membuat seseorang tampak kaku dan salah tingkah saat berbohong, penderita Mythomania sangat lihai dan meyakinkan ketika bercerita, seolah-olah memang itulah hidupnya. Para mythomaniac sangat memiliki pesona yang mampu memanipulasi orang lain, mereka pandai menemukan kalimat dan sikap yang tepat dengan tujuan supaya dicintai, demi mencapai tujuannya.

Kebiasaan berbohong atau memanipulasi khayalan ini biasnaya mereka lakukan hanya untuk mendapat pengakuan dan perhatian lebih dari orang lain. Mereka akan menciptakan cerita khayalan atau kebohongan untuk membantu diri mereka ‘lari’ dari kenyataan yang diterima oleh orang lain. Menurut banyak pakar psikologi, ada tipe kepribadian tertentu yang cenderung untuk melakukan kebohongan lebih banyak daripada orang lain.

Berbeda dengan mythomania yang merupakan kecenderungan patologis atau ketidakberesan mental.

Gejala ini tampak jika orang yang berbohong dihadapkan pada fakta sebenarnya. Bagi mereka mempunyai karakter maniak, akan berusaha mempertahankan kebohongannya sebisa mungkin dengan argumen-argumen pendukung yang sengaja ia cari atau ia ciptakan untuk memperkuat dalilnya.

Beberapa Ciri Penderita Mythomania antara lain :

  1. Pembohong patologis akan mengubah cerita mereka sepanjang waktu ketika ditanya tentang rincian tertentu agar anda tetap percaya.
  2. Kadang kebohongan mereka bisa bertentangan dengan hal-hal yang mereka katakan sebelumnya. Bisa jadi karena lupa.
  3. Terbiasa berbohong untuk hal kecil. Kebohongan ini bisa berubah menjadi sangat besar.
  4. Suka mendramatisir cerita atau sesuatu lainnya.
  5. Meski kerap ketahuan berbohong, mereka tidak akan mengakui dan menceritakan alibi dengan argumen pendukung agar anada kembali percaya.
  6. Mereka tidak peduli jika ada yang terluka dengan kebohongan mereka. Mereka bahkan tidak memikirkannya, karena mereka hidup di dunia mereka sendiri.
  7. Karena merasa tidak aman dan nyaman, mereka akan bertindak membela diri kertika ditantang atau mereka terus berbohong untuk mendapatkan simpati.
  8. Berbohong ketika itu bahkan menjadi tidak diperlukan.

Salah satu penyebab mythomania adalah kegagalan-kegagalan dalam kehidupannya, bisa jadi berupa kegagalan dalam hal studi, masalah keluarga, kisah-kisah sentimental, bahkan kegagalan dalam hal pekerjaan. Mythomaniac sendiri sebenarnya merupakan korban, yakni korban dari ketidakbahagiaan dalam hidupanya dan korban dari penderitaan yang terlalu terus menerus. Mereka tidak mampu mengekspresikan keaslian dirinya sehingga selalu ingin berembunyi dibalik topeng.

PENCEGAHAN

Jika menjumpai seorang mythomaniac, jalan terbaik adalah menghindar darinya. Namun jika ingin menolongnya, jangan berusaha mencari alasan yang masuk akal, atau mencoba menemukan jawaban dari tindakan-tindakan kebohongannya, karena itu membuang-buang waktu saja.

Berusaha mengerti mengapa mereka berbohong juga sesuatu hal yang sia-sia, karena jiwa mereka merupakan sebuah labirin dimana mereka hanya berputar-putar tanpa ada jalan keluar.

Yang bisa dilakukan adalah meyakinkannya untuk menyembuhkan diri sendiri. Kendati demikian semua kembali kepada si mythomaniac itu sendiri. Mereka harus menyadari permasalahannya, mengakuinya dan harus memiliki keinginan yang kuat untuk menyembuhkan dirinya. Menemui seorang psikiater atau melakukan konseling dengan pendekatan metode konvensional psikoterapi adalah merupakan salah satu cara terbaik untuk menolong diri mereka sendiri.

4 Penyakit yang Timbul Akibat Sering Berbohong

  1. Sakit Kepala
    Jenis penyakit ini biasanya menjadi penyakit yang sering dikeluhkan oleh setiap orang dan berdasarkan paparan di atas, sakit kepala juga bisa timbul akibat intensitas berbohong yang dilakukan seseorang.
    Hal ini terjadi karena ada penarikan otot syaraf ketika berbohong. Perpindahan, peradangan, spasme dari pembuluh darah, atau distensi dari struktur otot di kepala atau leher yang sensitif terhadap rasa nyeri.
    .
  2. Gagal Jantung
    Saat berbohong, tubuh seseorang mengeluarkan hormon (kortisol dan norepinefrin) yang dipicu oleh respons saat menghadapi kondisi dimana seorang menghadapi dua pilihan.
    Peningkatan Norepinefrin memicu timbulnya respon yang membuat detak jantung semakin cepat dan tekanan darah meningkat cepat.
    .
  3. Stress
    Berbohong juga bisa menimbulkan efek stress yang sangat besar. Hal tersebut timbul karena seseorang yang melakukan kebohongan kerap kali dihantui dengan kebenaran yang sesungguhnya, sehingga mengalami tekanan jiwa.
    Tekanan jiwa ditambah dengan konflik batin lain yang akan menyebabkan gangguan jiwa (Neurosis) baik depresi maupun ansietas atau gangguan fisik akibat kejiwaan berupa penyakit Psikosomatik.
    Psikosomatik adalah penyakit yang didasari oleh penyakit psikis yang akan kambuh jika adanya faktor stress yang mencetuskan keadaan tersebut.
    .
  4. Stroke
    Melakukan kebohongan sesekali memang tidak akan secara langsung terkena stroke. Tetapi jika kebohongan menjadi kebiasaan, itu bisa membawa seseorang menemui risiko stroke yang semakin besar.
    Mereka yang berbohong setiap hari atau telah menyimpan rahasia besar selama bertahun-tahun mungkin akan lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan dibandingkan yang jarang berbohong.

Demikian artikel singkat tentang Mythomania, semoga kita semua tetap diberikan kesehatan oleh Tuhan yang maha kuasa. Semoga bermanfaat.

Hatur nuhun sudah mampir.


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
DESAINART

Blog ini tidak bermaksud menampilkan data-data valid atau informasi lengkap, tapi kami mengajak siapa saja yang singgah disni, melihat hal-hal keseharian dengan lebih sederhana, santai, wajar bahkan jenaka, tetapi tetap menemukan kedalaman.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *