Menjadi Istri Paling Dicintai

Aduhai putriku sayang, menjadi seorang ibu merupakan anugerah yang besar bagi seorang wanita. Bahkan bagi sebagian orang itu merupakan ciri kewanitaanya. Tetapi tidak semua orang beruntung dalam hal ini. Disatu sisi, ada keluarga yang begitu mendambakan gelak tawa si kecil namun disisi lain tidak sedikit wanita-wanita yang menggugurkan kandungannya atau membuang bayi yang tidak berdosa itu.


DESAINART- Cinta merupakan fondasi yang utama dalam sebuah bangunan rumah tangga, karena pada fondasi cinta itulah seluruh aktivitas berumah tangga akan dibangun. Jadi demikian beruntunglah orang yang mewujudkan ikatan sucinya berlandaskan cinta.

Masalahnya sekarang adalah, ketika mahligai rumah tangga itu telah berdiri di atas fondasi cinta, apakah ia lantas akan terlepas dari potensi perceraian.? Jawabannya belum tentu. Sebab, mencintai itu mudah. Namun untuk membuat cinta itu tumbuh subur dan kokoh sedikit orang yang mempu melakukannya.

Tidak sedikit pasangan yang merasa yakin saling mencintai, tetapi pada akhirnya, mereka merasa tidak nyaman menjalani kehidupan rumah tangganya. Sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi, bahkan mungkin tidak akan terjadi jika kedua pasangan saling memenuhi haknya masing-masing.

Sabagaimana kita tahu, kewajiban seroang isteri kepada suaminya begitu besar. Bahkan Rasulullah berkata, “Jika saja diperbolehkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku akan menyuruh seorang istri untuk sujud kepada suaminya.”

Kadang, banyak hak suami yang selalu dilupakan oleh seorang istri. Dengan demikian, tidak mustahil jika suami pun tidak memenuhi hak istrinya. Jika sudah seperti itu, mestilah keduanya saling memahami hak dan kewajiban terhadap pasangannya masing-masing.

Dalam kitab Uqud Al-Lujain karya Syaikh Nawawi Al Bantani yang sangat tersohor, terdapat sepuluh pesan seorang ibu terhadap anak gadisnya yang hendak menikah. Kesepuluh pesan tersebut merupakan hak suami yang mesti dipenuhi seorang istri. Dan ketika istri telah memenuhi kesepuluh hak tersebut, ia akan hidup mulia, bahagia dan dicintai oleh suaminya.

Berikut adalah kesepuluh pesan tersebut:

Pertama qana’ah, yaitu menerima apa yang diberikan suami. Banyak sekali istri yang menuntut sesuatu di luar kemampuan suami. Dengan demikian, untuk memenuhi keinginan istri, tidak sedikit suami yang terdorong untuk melakukan berbagai cara kotor demi mengabulkan permintaan istrinya.

Dari itu, sikap yang terbaik bagi seorang isteri adalah dengan menerima segala sesuatu yang diberikan suami dan bersyukur kepada Allah atas semua pemberian suaminya.

Dengan tidak terlalu banyak menuntut dan mensyukuri apa yang telah diberikan, maka suami pun akan berusaha memberikan apa yang diinginkan isteri dengan segala kemampuannya. Sebagai wanita muslimah, jangan sampai kita termasuk ke dalam golongan wanita ahli neraka sebagaimana yang nabi katakan dalam salah satu hadisnya;

“Mereka kufur terhadap keluarganya (suami) dan tidak tahu berterima kasih atas kebaikan yang diterimanya. Walaupun engkau berbuat baik kepadanya sepanjang masa, kemudian ia melihat sedikit kesalahan aja darimu, lantas ia berkata: saya tidak pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu”.

Kedua, selalu mendengarkan perkataannya dan berlaku taat terhadap suami. Jadilah pendengar yang baik dan menyenangkan bagi suami. Janganlah memotong pembicaraannya. Ketika ia berbicara, pusatkan perhatian kita hanya kepadanya. Selama kita mampu, turutilah semua keinginan suami kecuali jika ia mengajak kepada kemaksiatan.

Setiap isteri yang taat  terhadap suami, baginya Allah telah menyiapkan basalan yang sangat besar sebagaimana dalam sebuah hadis disebutkan, “Masuklah engkau ke surga dari pintu mana saja yang kamu sukai”. 

Ketiga dan Keempat, menghilangkan hal-hal jelak yang ada dalam diri kita. Usahakanlah jangan sampai suami mencium bau yang tidak enak dari tubuh kita. Ini hal yang sering diabaikan oleh banyak isteri. Terkadang, setelah menikah seorang isteri lupa mempercantik diri untuk suaminya dengan alasan mereka telah punya suami dan tidak terlalu penting untuk mempercantik diri.

Padahal, hal ini merupakan kewajiban seorang isteri agar selalu tampil menarik didepan suaminya. Pasanglah wajah penuh senyuman agar hati suami menjadi tenteram.

Kelima dan Keenam, menjaga waktu makan dan tidurnya. Hal ini patut diperhatikan, jangan sampai suami merasa lapar tetapi kita belum menyediakan makanan untuknya. Karena rasa lapar, bagi seorang lelaki adalah hal yang paling menyebalkan dan tak jarang dapat menyulut api kemarahan.

Selain itu, perhatikan juga waktu tidurnya jangan sampai ketika suami tidur terganggu oleh suara gaduh yang mengakibatkan tidurnya tidak nyaman. Walaupun sering dianggap masalah kecil, ternyata hal ini juga dapat menimbulkan kemarahan.

Ketujuh dan Kedelapan, menjaga harta dan memelihara kehormatannya serta keluarganya. Menjaga harta suami merupakan kewajiban bagi seorang isteri. Seorang isteri dituntut untuk pandai-pandai mengatur keuangan agar tidak boros, serta membelanjakan harta suami hanya untuk yang penting saja.

Kesembilan dan Kesepuluh, janganlah menantang perintah dan membuka rahasianya. Sebab kalau kita menentang perintahnya, hati suami akan menjadi kesal. Jika membuka rahasianya, ia tidak akan percaya lagi kepada kita dan akhirnya ia akan mencoba berkhianat.

Selain itu janganlah berkeluh kesah ketika suami dalam keadaan capek dan banyak masalah. Jangan juga terlalu over protektif karena ia akan menjauh. Jangan pula bersikap cuek karena ia akan merasa diabaikan.

Berkata dan bersikaplah yang lembut serta utamakanlah segala kebutuhannya dari yang lain. Jangan luap siapkanlah rumah yang rapih tanpa ada kemarahan dan kegaduhan serta anak-anak yang bersih dan didiklah mereka dengan baik hingga menjadi anak yang shaleh salehah.

Pada akhirnya, bersyukurlah kerena kita telah menikah dengan suami yang kita cintai dan mencintai kita, namun sekali lagi cinta saja tak cukup. Ia mesti dirawat dengan memenuhi hak dan melaksanakan kewajiban terhadap pasangan agar kita menjadi isteri yang paling dicintai. (Lena Mardiana).


Tulisan ini pernah dimuat dalam majalah Tabligh Agustus, 2008


What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
1
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Lusy Nurkhayati
Seorang wanita yang lahir 23 tahun silam, disebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Sejak kecil saya menyukai semua keindahan yang diciptakan Tuhan untuk semesta alam.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *