DESAINART- Paylater adalah sebuah metode pembayaran dengan menggunakan dana talangan dari perusahaan terkait, kemudian pengguna membayar tagihannya ke perusahaan aplikasi. Paylater memberikan kesempatan untuk memanfaatkan jasa dan layanan, dan dibayar diakhir sesuai batas waktu yang diberikan.

Paylater adalah fitur dan produk yang netral dan bermanfaat bagi para penggunanya pada khusunya. Mislanya, pengguna ingin membeli barang atau melakukan perjalanan, tetapi tidak memiliki uang tunai, dapat menggunakan fitur ini, sehingga transaksinya bisa dilakukan secara online. Apabila kebutuhan tersebut adalah kebaikan, kehadiran fitur ini memudahkan orang untuk menunaikan kebaikan.

Penerbit tidak memberikan fasilitas untuk transaksi yang bertentangan dengan syariah. Di antaranya, jasa / barang yang dijual oleh toko melalui fitur paylater, halal dan legal. Begitu pula tidak mendorong konsumerisme dengan menetapkan pagu maksimal pembelanjaan. Pengguna juga memiliki kemampuan finansial untuk melunasi pada waktunya.

Terhindar dari trnasaksi ribawi dan transaksi terlarang lainnya. Oleh karena itu, penerbit paylater tidak menjadi kreditur yang mendapatkan keuntungan berupa bunga atas pinjaman kepada pengguna. Di antaranya dengan mengubah fungsi penerbit aplikasi dari kreditor menjadi penjual barang atau jasa. Singkatnya, keuntungan perusahaan adalah fee jasa atau margin jual beli dan bukan bunga atas pinjaman (qardh). 

Misalnya, membeli tiket berdasarkan pesanan konsumen dengan harga tertentu dan dijual secara tidak tunai dengan harga yang lebih tinggi, sehingga keuntungan dan dijual secara tidak tunai dengan harga lebih tinggi, sehingga keuntungan penjual tersebut adalah margin yang halal dari transaksi tidak tunai.

Diantaranya, dengan mengenakan fee penjaminan penerbit terhadap toko atas semua kewajiban bayar yang timbul dari transaksi antara konsumen dengan toko. Atas pemberian kafalah, penerbit dapat menerima fee. 

Lalu mendapatkan penegasan syariah dari regulator serta otoritas fatwa di Indonesia (DSN MUI). Sehingga memberikan kenyamanan kepada konsumen karena telah mendapatkan legitimasi.

Begitu pula bolehnya fee peminjaman penerbit aplikasi sesuai dengan pendapat Mustahafa al-Hamsyari bahwa peminjaman dengan imbalan atas jasa kewibawaan (dignity) atau didasarkan pada ju’alah yang dibolehkan dalam mazhab Syafi’i. Namun, ingat sabda Rasulullah SAW:

“Tinggalkan yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu” (HR. Turmidzi).

Baca juga Fatwa DSN MUI No. 54/2006 tentang Syariah Card dan Keputusan Lembaga Fikih OKI No. 51 (2/6) 1990 yang memperkenankan harga jual tidak tunai lebih tinggi daripada harga tunai. Wallahu a’lam.


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
DESAINART

Blog ini tidak bermaksud menampilkan data-data valid atau informasi lengkap, tapi kami mengajak siapa saja yang singgah disni, melihat hal-hal keseharian dengan lebih sederhana, santai, wajar bahkan jenaka, tetapi tetap menemukan kedalaman.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *