Mengapa Harus Memilih NICHE Web untuk AdSense ?


DESAINART- Hallo sobatart, pada postingan kali ini, saya ingin memulai dengan sebuah pertanyaan yang cukup menarik. Terutama bagi sobat yang akan atau sedang memulai terjun ke dalam dunia website atau blog. Pertanyaannya adalah, apakah kita perlu menentukan NICHE sebuah web atau blog untuk meningkatkan pendapatan dari Google AdSense?

Pertanyaan tersebut muncul berlatar dari pertanyaan “Blog saya ini kontennya gado-gado, apa bisa dipasangkan Google AdSense? Tentu jawabannya BISA, tapi tetap dengan beberapa konsekuensi. Nah, berikut ini adalah konsekuensi yang harus sobat pertimbangkan.

Pertama, kemungkinan harga per klik iklan atau CPC dalam Google AdSense kecil, terlebih kalau blog kita dalam bahasa Indonesia
Kedua, akan membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk bisa diterima oleh Google AdSense

Bahkan untuk payout, biasanya kita akan membutuhkan usaha yang lebih besar dibanding kalau kita membuat niche blog.

Nah, sebelum jauh melebar pembahasannya. Sobat perlu tahu terlebih dahulu mengetahui, apa itu NICHE? Niche itu sendiri dapat kita artikan blog atau web yang isinya fokus membahas satu tema bahasan tertentu (niche). Semakin fokus dan spesifik niche yang diambil, akan semakin rendah tingkat persaingannya.

Efeknya, trafik yang datang pun akan lebih tertarget. Karena, biasanya orang yang datang ke blog kita, betul-betul mencari informasi yang sedang kita bahas dalam web yang kita buat. Nah, NICHE suatu blog inilah yang sangat disukai oleh Google.

Kenapa Google menyukainya ?

Karena biasanya, setiap kali pengunjung yang nge-klik iklan di blog, adalah calon konsumen prospektif. Artinya, kemungkinan besar terjadinya transaksi pembelian dari iklan yang ditampilkan tersebut akan jauh relatif lebih besar. Karena boleh jadi, pengunjung tersebut memerlukan atau berminat membeli barang atau jasa yang ditampilkan dalam iklan tersebut.

Nah, dapat disimpulkan bahwa, blog kita memiliki tingkat konversi sales iklannya tinggi. Nah, klik seperti inilah yang sebenarnya diharapkan oleh google. Itu sebabnya, google berani membayar dengan nilai CPC yang tinggi untuk iklan tertarget pada sebuah niche web atau blog.

Bagaimana Sistem Google Bekerja ?

Jika sobat sudah paham apa inti dari uraian di atas, maka pertanyaan selanjutnya yang akan muncul adalah, bagaimana sistem google bekerja dan membaca konten milik kita (publisher)?

Sependek pengetahuan saya, Google memiliki script robot yang untuk meng-crawling (meramban) isi konten dari sebuah web. Sehinga mereka bisa mengetahui apa yang kita bahas dari web atau blog yang kita buat. Tujuannya, tentu saja agar mereka hanya menampilkan iklan produk atau jasa apa saja yang sesuai dengan isi konten kita. Mereka menyebut iklan ini ‘Content Based Ads’. Iklan yang sesuai dengan isi konten.

Pekerjaan si Robot ini, akan lebih mudah jika konten kita hanya membahas satu niche yang spesifik. Iklan yang ditampilkan akan lebih opitimal, tertarget dan hasilnya pasti CPC nya akan tinggi. Sehingga pendapatan kita pun relatif akan jauh lebih tinggi jika dibanding dengan web yang isi kontennya gado-gado.

Logikanya kaya gini, bayangin aja jika isi blog kita gado-gado. Tentu si Robot ini akan kebingungan ketika mencoba mengetahui apa yang sedang kita bahas. Kalau dia bisa ngomong mungkin ngomong kaya gini.

“Hello, absurd loe, gue mesti nampilin iklan apaan, kalau loe bahasnya ga jelas” #BukanSaidRobot

Efeknya apa? Jika si Robot kebingungan, ia kemudian akan meminta sistem untuk untuk mengeluarkan stok iklan secara random atau acak. Nah, iklan yang dikeluarkan secara acak ini, bisanya memiliki nilai CPC yang relatif sangat rendah.

Jika ada sedang sial, maka sistem akan mengeluarkan iklan layanan masyarakat (Public Service Ads) yang CPC nya hampir 0 alias gratis. Nah, jika sobat lagi nyari hasil tambahan kan eman-eman kalau ga dapat. Coba di pikir ulang aja ya sob.

Masih belum paham? Yuk simak kasus di bawah ini

Misalnya, saya punya sebuah website dengan niche wisata dan travel. Dalam salah satu postingan, saya membahas tentang salah satu wisata di kota Jawa Tengah, misalnya Candi Borobudur.

Karena si Robot sudah thau niche blog kita dan postingan kita membahas Wisata Candi Borobudur. Maka kemungkinan besar, iklan yang akan ditampilkan tidak jauh seputar wisata Candi Borobudur. Bisa tentang hotel murah, makanan enak, restauran atau bahkan oleh-oleh yang ada disekitar tempat wisata tersebut.

Nah, jika sudah demikian, maka kemungkinan orang nge-klik iklan akan jauh lebih tinggi. Karena ia memang sedang mencari informasi yang berkaitan dengan tempat wisata Candi Borobudur. Sampai sini paham?

Berbeda jika sobat punya blog dengan niche pakaian busana muslim misalnya, kemudian sobat membuat postingan tentang tempat wisata Candi Borobudur. Nah, iklan yang ditampilkan secara random oleh google tentang Baju Gamis. Pertanyaannya apakah iklan yang muncul akan diklik?

Menurut saya kemungkinannya lebih kecil jika dibandingkan dengan kasus yang pertama. Nge-klik aja engga, apa lagi membelinya. Kecuali jika perginya ke Masjid Agung Jawa Tengah atau wisata religi (heuheu).

Semoga urain singkat ini menambah khazanah pengetahuan kita semua, memberikan sedikit gambaran tentang niche blog dan apa korelasinya dengan nilai CPC pada Google AdSense (Aamiin).

Sekian dulu ya, jika ada informasi yang keliru bisa langsung dikoreksi ya. Atau jika sobat masih kebingungan dan perlu sharing sobat bisa langsung mengisi dikolom komentar ya. Haturnuhun sudah mampir, semoga bermanfaat !


Hamdan Haqiqi

Kesadaran kita sebagai hamba sekaligus khalifah, perlu dikulik baik-baik. Mari tajamkan kemampuan untuk mengenali diri, jiwa dan memahami akal.

What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *