Meneladani Manusia Sempurna

Meneladani Nabi Muhammad SAW berarti memasuki cetakan yang dibentuk melalui kepribadiannya. Mencari suri tauladan pada dirinya berarti menyelami sumber segala perilakunya, dan berusaha kebajikan-kebajikan yang menemukan ungkapannya dalam segala yang dilakukan, diucapkan dan diamnya (hadis). 


DESAINART- Sesungguhnya berbagai gradasi spiritual yang dicapai seseorang terkait erat dengan “kualitas relatif kesempurnaan manusia” (insan kamil). Semakin dekan pendakiannya kepada cahaya (Tuhan), semakin sempurna manusia. Manusia tercipta dengan “Citra Tuhan”. Sifat-sifatNya tercermin pada diri manusia dalam berbagai intensitas, kombinasi, dan modalitas.

Kehidupan spiritual adalah adalah kehidupan yang mengambil akhlak atau moral Tuhan dalam keseharian di tempat kerja. Nabi Muhammad SAW sebagai rasul adalah contoh (uswah) manusia sempurna yang terwujud dalam tataran empiris atau sejrah manusia.

Fase-fase kehidupan sejarahnya yang begitu lengkap (sebagai anak muda, pedagang, panglima perang, pemimpin negara, kepala keluarga, seorang kakek) memberikan refrensi akhlak menyeluruh yang penting bagi para penempuh jalan spiritual. Karena itu, tidak akan sampai seseorang kepada Tuhan hingga ia mengambil akhlak Nabi Muhammad SAW.

Dari prespektif pribadi Nabi Muhammad SAW Eaton menyebutkan bahwa kesempurnaan manusia tercermin dari dua atribut dasar. Pertama, adalah “hamba” atau “pelayan” (‘abd) Allah. Sebagai hamba implikasinya adalah menyerahkan diri kepada tuannya (silm). Atribut sebagai hamba selalu berada pada posisi terdepan.

Karena itu, makna Muslim dalam bahasa Arab adalah orang yang berserah diri. Makna ini sejalan dengan aribut manusia sebagai hamba. Konsep kehambaan ini mengandaikan sifat pasif dan kosong dari segala isi yang lain selain Tuhan. Sifat ini pening untuk mendapat “kelimpahan” kekayaan Ilahi.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika begitu mendasar sekali kalimat mengesakan Tuhan (tauhid) la ilaha illalllah dalam kehidupan seorang muslim. Nabi Muhammad SAW adalah contoh kepasifan dan kekosongan sehingga sanggup menerima kelimpahan Ilahi tersebut. Karena itu pantas untuk diteladani.

Namun “Meneladani” Muhammad sangatlah beda dengan “meneladani Kristus” yang murni bersifat spiritual. Kehidupan Nabi Muhammad SAW begitu berbeda dengan Kristus karena, seperti disebutkan sebelumnya, kehidupannya sarat dengan berbagai pengalaman besar, yang harus dihadapi oleh setiap manusia pada masa hidupnya.

Artibut kedua adalah khalifah, yaitu wakil atau yang diberi mandat kekuasaan oleh Allah di Bumi. Atribut ini mengandaikan manusia tidak bisa berpangku tangan. Mereka wajib memakmurkan dunia dan memperbaiki kekeliruan pada dunia di sekitarnya dan juga pada dirinya sendiri. Kewajiban ini berbanding lurus dengan penerimaannya sebagai hamba.

Karena itu, sikap pasif ‘penghambaan’ menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap aktivitas dan prakarsa ketika setiap manusia menemukan dirinya sendiri, di dunia dan di dalambagian dirinya sendiri. Inilah jihad, sebuah kata yang berarti “usaha” atau perjuangan.

Jadi meneladani Nabi Muhammad SAW berarti memasuki cetakan yang dibentuk melalui kepribadiannya. Mencari suri tauladan pada dirinya berarti menyelami sumber segala perilakunya, dan berusaha kebajikan-kebajikan yang menemukan ungkapannya dalam segala yang dilakukan, diucapkan dan diamnya (hadis). 

Oleh karena akhlak Nabi Muhammad SAW adalah akhlak Al-Qur’an, demikian menurut satu hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah, maka sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bukan hanya penyampai pesan (Rasul), melainkan juga merupakan perwujudan dari pesan itu sendiri.

Jadi, masuk ke cetakan kepribadian Nabi Muhammad SAW sesungguhnya berarti masuk ke cetakan Al-Qur’an. Jelaslah kini, kesempurnaan manusia terukur dari seberapa jauh dirinya telah tercetak oleh Al-Qur’an. Dan Nabi Muhammad SAW adalah jalan menuju cetakan Al-Qur’an ini.


What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Hamdan Haqiqi

Bukan siapa-siapa, dan tidak punya pengaruh apa-apa, hanya manusia yang sedang berusaha berkarya. Mari saling sapa, bertukar kata dan berbincang tentang banyak hal dengan seksama.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *