Membangun Usaha Membangun Keluarga

Orang sering begitu gigih dalam berusaha mencapai keberhasilan di bidang usaha, sedemikian gigih dan ulet hingga waktu 24 jam sehari seperti tak cukup. Sayangnya, banyak orang yang mampu menerapkan berbagai upaya untuk keberhasilan usaha / bisnis, tapi gagal mentransfernya ke dalam usaha membina rumah tangga.


Tidak peduli berapa kali anda gagal, yang penting adalah berapa kali anda dapat bangkit kembali dari kegagalan

Saya ingin mengawali artikel singkat ini dengan beberapa cerita yang menarik untuk kita jadikan renungan bersama. Mari kita kosongkan gelas kita agar kita dapat megisinya kembali. Semoga artikel ini dapat menginspirasi anda semua.

Ada seorang pejalan kaki yang tersesat disebuah pemakaman. Karena tidak mengenal lingkungan dan dalam keadaan kalut, di terperosok ke dalam sebuah lubang kubur yang baru digali, tentunya lubang tersebut disiapkan untuk mengubur jenazah. Setelah hilang kagetnya, dia berusaha bangkit dan mencoba keluar dari lubang kubur.

Mula-mula ia berteriak minta tolong, tapi usahanya sia-sia. Lalu dia berusaha memanjat, tapi juga gagal. Lantar dia melompat-lompat, berusaha untuk menggapai bagian bibir lubang, dan berusaha untuk dapat keluar dengan cara tersebut.

Tapi usahanya, tidak mendapatkan hasil. Karena lelah dan hampir putus asa, diapun menghentikan usahanya. Dia berpikir, karena hari sudah malam, besok saja usahanya diteruskan, mungkin dengan berteriak minta tolong, berharap didengar orang, atau siapa tahu, tim penguburan tiba lebih awal dan dapat mengeluarkannya dari lubang kubur.

Tengah orang itu beristirahat, dia dikagetkan dengan adanya orang kedua yang juga terperosok. Tapi, orang kedua ini tidak menimpa tubuhnya dan nampaknya juga tidak menyadari bahwa didalam lubang kubur itu ada orang lain.

Maka mulailah orang kedua ini berusaha keluar dari lubang kubur. Dia mulai memanjat, tapi selalu jatuh karena licin. Di pun mulai melompat-lompat, tak kunjung menggapai bagian atas lubang kubur. Lalu diapun terdiam.

Orang pertama yang sejak tadi menyaksikan “temannya” berusaha dengan berbagi cara, sebagaimana yang telah ditempuhnya, akhirnya tidak tahan untuk berkomentar, dia dari kegelapan lubang kubur berkata, “Pak, tidak berhasil juga ya !”

Orang kedua yang kaget bukan alang kepalang, tiba-tiba melompat sekuat tenaga dan entah dorongan kekuatan dari mana, membuatnya berhasil keluar, hanya dengan sekali lompat !.

Kisah di atas, diceritakan oleh seorang pengusaha yang juga seorang trainer (pelatih) kewirausahaan. Inti dari cerita itu adalah, diperlukan dorongan-dorongan luar biasa, yang biasanya dikaitkan dengan atau diidentifikasikan oleh produksi hormon adrenalin dalam tubuh.

Hormon adrenalin dapat memicu seseorang untuk bertindak lebih bergairah, terdorong untuk melakukan berbagai hal luar biasa, bahkan mungkin diluar kemampuan biasanya, untuk mencapai prestasi luar biasa.

Cerita kedua yaitu tentang penjual asuransi. Seorang penjual asuransi telah secara terus menerus menghubungi calon pelanggannya dan menawarkan berbagai paket asuransi yang mungkin diperlukan oleh calon pelanggan. Si penjual telah berusaha hampir dua tahun, tapi sang calon pelanggan tidak kunjung menyetujui berbagi paket asuransi yang ditawarkan.

Penjual asuransi ini terus berusaha, dengan tetap sopan dan ramah, serta selalu mengakhiri percakapan dengan permohonan maaf karena telah menyita waktu dan perhatian calon pelanggannya.

Dia kisah di atas menggambarkan beberapa unsur yang akan menentukan keberhasilan sebuah usaha. Pertama, adalah yang terus menerus tanpa mengenal lelah, tanpa terlalu memperhatikan sudah berapa kali dicoba dan sudah berapa lama usaha ini dilakukan.

Contoh lain yang sangat baik untuk menggambarkan kekerasan usaha dan penghargaan tinggi terhadap usaha, ditunjukan oleh Thomas Alva Edison. Ketika dia mengalami kegagalan hingga 12K (bukan data pasti ya 🙂 ) kali dalam percobaannya, teman-temannya menghibur dengan mengatakan, “Sudahlah, Ed, kau sudah cukup berusaha, kau sudah gagal 12.000 kali lupakan saja usahamu”. 

Atas hiburan dan simpati kawan-kawannya Thomas Alva Edison malah berkata, “Siapa bilang aku telah gagal? Aku telah berhasil menemukan berbagai cara yang salah !”. Di kemudian berhasil dalam usahanya setelah melakukan 25K kali percobaan.

Unsur kedua yang juga dapat membuat usaha seseorang berhasil adalah dengan memompa semangat luar biasa, atau dengan istilah lain, memompa hormon adrenalin untuk memunculkan usaha luar biasa, atau bahkan diluar kebiasaan, diatas kemampuan yang rata-rata muncul.

Dorongan untuk berprestasi luar biasa ini dapat datang dari luar, seperti kisah orang kedua yang terperosok kedalam lubang kubur, atau juga dari dalam diri sendiri. Dari luar dapat berupa gertakan secara tiba-tiba yang menyadarkan dan memberikan pencerahan serta dorongan untuk melakukan tingkah laku yang dapat membuatnya keluar dari kungkungan persoalan.

Sedangkan dari dalam, dapat berupa kesadaran yang diperoleh melalui perenungan, dzikir terus menerus dan do’a yang tiada putus, seraya yakin akan adanya pertolongan Tuhan bagi mereka yang tiada berputus asa dari rahmat-Nya.

Usaha dan Keluarga

Orang sering begitu gigih dalam berusaha mencapai keberhasilan di bidang usaha, sedemikian gigih dan ulet hingga waktu 24 jam sehari seperti tak cukup. Sayangnya, banyak orang yang mampu menerapkan berbagai upaya untuk keberhasilan usaha / bisnis, tapi gagal mentransfernya ke dalam usaha membina rumah tangga.

Padahal, rumah tangga adalah sebuah usaha luar biasa dari sepasang manusia, awalnya, untuk menciptakan sebuah keluarga yang akan membawa seluruh anggotanya, berbahagia di dunia dan bahagia di akhirat.

Sebagaimana unit bisnis atau sebuah perusahaan, rumah tangga pun merupakan susunan dari berbagai bidang dan bagian. Bahkan rumah tangga, pada awalnya adalah sebuah perpaduan dua pribadi yang berangkat dari dua latas belakang yang boleh jadi berbeda.

Perbedaan latas belakang inilah yang melahirkan nasihat bahwa pernikahan bukanlah sebuah usaha mencari pribadi yang tepat untuk menjadi pasangan hidup, tapi pernikahan adalah : Usaha sekuat tenaga dengan berbagai cara, untuk menjadi pribadi (pendamping) yang tepat bagi pasangan kita.

Maka, nasihat awal bagi mereka yang akan terjun ke dalam rumah tangga, sebagaimana diajarkan oleh agama adalah : carilah pasangan yang sekufu. Huufft bersambung dulu ya 😀

Nantikan kelanjutannya di blog ini. Semoga bermanfaat.


What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Hamdan Haqiqi

Bukan siapa-siapa, dan tidak punya pengaruh apa-apa, hanya manusia yang sedang berusaha berkarya. Mari saling sapa, bertukar kata dan berbincang tentang banyak hal dengan seksama.

Komentar