Khaulah Binti Tsa’labah : Bukan Sekedar Wanita


Suatu hari Umar bin Khattab r.a. yang saat itu tengah menjadi khalifah dengan gelar “Amirul Mukminin” berjalan bersama Jarud menyusuri kota Madinah sambil mengamati keadaan rakyatnya.

Beberapa saat kemudian, mereka melewati seorang wanita tua. Saat melihatnya, seketika Umar berhenti dan mengucapkan salam kepadanya, lalu wanita tua itu menjawab salamnya dan berkata :

“Ya Umar, saya tahu betul, dahulu engkau dipanggil ‘Si Umair’ di pasar Ukaz, engkau juga suka menakut-nakuti anak-anak kecil dengan tongkatmu. Beberapa waktu kemudian engkau baru dipanggil Umar. Lalu dikemudian hari engkau dipanggil Amirul Mukmini. Bertaqwalah kepada Allah dalam mengurus rakyatmu. Ketahuilah, bahwa siapa yang takut ancaman (Allah), akan terasa dekat baginya sesuatu yang jauh, dan siapa yang takut kematian, dia takut jika kesempatan yang ada akan terlewatkan (tanpa kebaikan dan manfaat)”.

Jarud sangat heran dengan kelancangan wanita tersebut kepada Umar, juga kesabaran Umar menghadapinya. Maka dia berkata :

“Wahai ibu, sikapmu sangat tidak sopan kepada Amirul Mukminin”. 

Umar segera menyelanya :

“Biarkan dia, tahukah kamu siapa dia? dia adalah Khaulah istrinya Aus bin ash-Shamit, yang ucapannya Allah dengarkan dari atas tujuh lapis langit**. Maka Umar tentu saja lebih layak mendengarkannya”. 

** Peristiwanya Allah abadikan dalam surat al-Mujadilah ayat pertama : yaitu ketika Khaulah mengadu kepada Rasulullah SAW atas sikap suaminya yang memperlakukan zihar terhadapnya. Maka kemudian Allah turunkan ayat tersebut menjelaskan tentang hukum zihar dalam Islam.

Diriwayatkan bahwa ketika dia datang mengadu kepada Rasulullah SAW, Aisyah turut mendengarkannya, namun sebagian pengaduan tersebut tidak dapat didengarnya dengan baik. Tetapi Allah Ta’ala yang pendengarannya meliputi segala sesuatu, mendengar semua pengaduannya.


Uchie NH

Tuhan menciptakan peristiwa-peristiwa dan kita mengulasnya dengan akal dan seluruh kemanusiaan kita. Sebab tanpa itu, kita tak akan menemukan ayat, akan kehilangan alamat.

What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *