Kapan Tahi Lalat Dicurigai Ganas?

Materi kesehatan ini disadur dari Materi Ceramah Kesehatan yang dilaksanakan di Masjid Raya Candi Lama Semarang dengan pemateri Dr. H. Gunadi, M.Kes. setiap Ahad pertama setiap bulan.


Kekhawatiran serupa sering kali kita hadapi sehari-hari. Jadi tidak ada salahnya untuk memahami dan mewaspadainya. Karena boleh dibilang, tak ada orang yang tak punya tahi lalat / andeng-andeng. Noktah ini dapat menjadi ciri khas seseorang, sampai-sampai dipercaya sebagai tanda-tanda kepribadian bahkan nasib dan peruntungan.

Apa itu Tahi Lalat?

Tahi lalat merupakan tumor (tonjolan) jinakpada kulit yang paling umum dijumpai pada manusia. Kita jangan bingung dengan istilah tumor yang berasal dari bahasa Latin yang artinya “bengkak” atau benjolan.

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan biologis jaringan yang tidak normal yang dapat bersifat jinak atau ganas (disebut kanker). Sel pada tumor jinak tumbuh lambat karena itu biasanya tidak cepat membesar.

Selain itu, tumor jinak mempunyai simpai (serabut pembungkus yang memisahkan jaringan tumor dari jaringan sehat) sehingga pada umumnya mudah dibuang dengan cara operasi, bila diperlukan.

Berbeda dari kanker yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak teratur, berlebihan dan mampu mendesak / menyerang jaringan sehat sekitarnya, baik dengancara invasi langsing di jaringan yang berdekatan maupun migrasi sel kanker ke tempat yang jauh (dikenal sebagai metastasis / anak sebar).

Tahi lalat merupakan tumor yang berasal dari sel-sel melanosit, yakni sel penghasil pigmen kulit kita. Ustilah medisnya ‘nevus’ yang juga berasal dari bahasa Latin untuk menggambarkan adanya bercak berpigmen pada kulit.

Nevus umumnya muncul saat lahir atau segera setelah lahir, meski bisa juga muncul pada usia selanjutnya. Tahi lalat bisa dibedakan berdasarkan ukurannya, warnanya, permukaannya, letak sel penyusunnya, bentuknya, batas tepinya maupun ada tidaknya penyakit lain yang menyertainya.

Kebanyakan tahi lalat berwarna (disebut nevus pigmentosus) baik hitam, coklat atau kebiruan. Tetapi ada juga tahi lalat yang tidak berwarna atau sewarna dengan kulit. Meskipun istilah tumor berarti benjolan tetapi tidak semua tahi lalat merupakan benjolan.

Banyak juga tahi lalat yang tumbuh rata dengan permukaan kuliat. Ditinjau dari permukaannya, ada tahi lalat yang berambut ada juga yang tidak. Sedangkan berdasarkan letak selnya ada tiga jenis tahi lalat. Yang terletak di permukaan kuliat disebut compound nevus.

Yang masuk agak ke dalam dan terletak di antara kulit luar (kulit ari) dan kulit jangat (yakni lapiran kulit sebenarnya yang mengandung sel-sel yang tumbuh) disebut junction nevus. Ada juga tahi lalat yang tidak terlihat, karena terletak di bawah lapisan jangat yang disebut intradermal nevus. 

Dilihat dari ukurannya (diameter terpanjang) jenis tahi lalat bervariasi dari yang kecil (<1,5 cm); sedang (antara 1,5 cm – 19,9 cm) sampai yang besar (> 20cm) yang dikenal sebagai tahi lalat raksas atau giant nevus. Dikatakan tahi lalat kecil dijumpai pada 1 dari 100 kelahiran, ukuran sedang 6 dari 1000 kelahiran dan bentuk raksasa pada 1 dari 20.000 kelahiran.

Apakah Tahi Lalat Berbahaya?

Tahi lalat secara umum sebetulnya merupakan tanda lahir yang tidak berbahaya dan biasanya kalaupun ada, hanya menimbulkan keluhan kosmetis saja. Tetapi meski tak terlalu sering, tahi lalat dapat pula pada suatu waktu, berubah menjadi kanker (keganasan) yang disebut melanoma maligna, sehingga pengenalan dini gejala perubahan ini wajib diketahui.

Beberapa kriteria suatu tahi lalat beranjak menjadi ganas antara lain ialah ukuran bertambah besar dengan cepat, terjadi perubahan warna sehingga warnanya tidak homogen, bentuk dan batas tepinya menjadi tidak beraturan lagi, jaringan kulit disekitarnya meradang kemerahan, adanya rasa gatal dan perih karena timbul luka.

Jika hal semacam tersebut dialami, apalgai kalau kemudian tahi lalat itu mudah berdarah, sebaliknya segera berkonsultasi ke dokter kulit atau bedah suapa dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Salah satu pemicu perubahan menjadi ganas ialah iritasi atau trauma berulang pada tahi lalat seperti sering tertekan, dipencet, digaruk atau tergesek baik sengaja maupun tanpa sengaja (itu sebabnya hati-hati pada lalat di bawah kuku, di telapak kaki dsb). Ditinjau dari ukurannya menjadi penting karena sekitar 10-15% giant nevus dapat berkembang menjadi ganas. Sedangkan berdasar tipenya, yang sering berubah sifat ialah bentuk junction nevus.

Perubahan ini bisa jadi tak berbahaya dan hanya sebagai perubahan biasa, tetapi bisa juga merupakan tanda keganasan. Berdasar derajat keganasannya, melanoma maligna termasuk kanker yang sangat hanas. Ukuran kankernya mungkin kecil, tapi anak sebarnya bisa kemana-mana.

7 Tanda Tahi Lalat Gejala Kanker Kulit

Kanker kulit merupakan penyakit yang menkutkan sebagian orang, karena langsung berkaitan dengan penampilan luar. Mencegah kanker sejak dini dan mendeteksi gejala penyakit ini sejak awal perkembangan mampu mempercepat pengobatan dan penyembuhan.

  1. Tahi Lalat yang Asimetris
    Tahi lalat harus memiliki bentuk yang teratur. Setiap perubahan yang menimbulkan perubahan pada ukuran dan bentuk tahi lalat harus menjadi perhatian. Periksakan perubahan tersebut ke dokter kulit.
  2. Tepi Tahi Lalat
    Bagian tepi tahi lalat harus berbentuk halus dan tidak berubah selama bertahun-tahun. Luka, bengkak, atau tepian yang membesar adalah pertanda anda perlu memperhatikan kesehatan kulit.
  3. Warna Tahi Lalat
    Warna tahi lalat harus tetap dan tidak berubah. Orang dengan rambut berwarna cerah seharusnya memiliki warna tahi lalat yang lebih cerah, dan tahi lalat warna lebih gelap bagi yang berkulit gelap. Perubahan arna tahi lalat kemerah-merahan sebaiknya menjadi perhatian.
  4. Ukuran
    Semakin besar diameter tahi lalat, semakin tinggi risiko terkena kanker kulit. Apalagi jika ada tahi lalat yang tumbuh di atas enam milimter. Perubahan demikian adalah peringatan serius.
  5. Tahi Lalat Baru
    Jika tubuh terlalu sering terdapat tahi lalat baru, saatnya segera berkonsultasi dengan dokter.
  6. Gatal-Gatal
    Tahi lalat yang terasa gatal adalah pertanda buruk. Selain gatal, tahi lalat yang membesar, berisik atau berdarah bisa menjadi gejala-gejala terjadinya kanker kulit. Periksakan ke dokter kulit segera.
  7. Risiko Bawaan
    Orang dengan kulit sangat pucat lebih berisiko terkena kanker kulit dibandingkan orang dengan kulit berwarna. Waspadai bila ada anggota keluarga yang terkena karsinoma, karena risiko terkena kanker kulit lebih besar.
Apakah harus dibuang?

Tahi lalat sebaiknya dibuang jika dicurigai terjadi perubahan ke arah keganasan. Satu-satunya jalan untuk menghilangkan tahi lalat adalah dengan operasi. Meski demikian, ada kalanya seseorang meminta tahi lalatnya diangkat hanya karena alasan kosmetis atau karena kepercayaan saja.

Mislanya tahi lalat dibawah mata dianggap kurang bagus karena pemilikinya sering menangis. Atau tahi lalat di tengkut tidak bagus, karena merupakan pertanda beban hidup.

Yang harus diketahui, operasi harus dilakukan oleh dokter ahlinya, agar dapat diangkat seakar-akarnya. Pilihan tindakannya dapat dengan bedah pisau atau bedah laser. Tindakan bedah listrik (kauterisasi) sangat tidka dianjurkan karena yang terbuang hanya bagian luarnya, sementara bagian dalamnya mungkin justru dapat berkembang menjadi kanker.

Demikian pula dengan pengolesan kapur atau bahan kimia lainnya, yang dikhawatirkan akan menimbulkan trauma sebagai pemicu perubahan ke arah keganasan.

Tips:

Peubahan tahi lalat yang perlu diketahui (dikenal dengan singkatan ABCDE supaya mudah diingat).

(A) Asymmetry bentuk menjadi tidak simetris.
(B) Border yakni tepi / batas tahi lalat yang tidak tegas dan tidak beraturan.
(C) Color yakni warna tahi lalat yang tidak homogen.
(D) Diameter yakni ukuran yang besar (giant nevi) atau tahi lalat yang cepat membesar (walaupun ada juga melanoma yang kecil tapu sangat berbahaya).
(E) Elevation adanya penonjolan yakni bila semula tahi lalat datar tiba-tiba menjadi timbul atau menyembul dari permukaan kulit.

Pastikan bahwa kalau terjadi perubahan tahi lalat dari keadaan biasanya, atau kapanpun ada keraguan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. (Adm)


What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Kaget Kaget
1
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Lusy Nurkhayati
Tuhan menciptakan peristiwa-peristiwa dan kita mengulasnya dengan akal dan seluruh kemanusiaan kita. Sebab tanpa itu, kita tak akan menemukan ayat, akan kehilangan alamat.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *