Hadits #2 Nabi Muhammad Manusia Biasa

Dengan mengetahui Sababul Wurud sua hadits, kemungkinan salah dalam menyimpulkan kandungan hadits akan lebih teratasi, sehingga pengamalan dan penerapannya pun akan lebih cepat.


Hadits :

“Aku makan sebagimana makannya manusia biasa dan aku duduk sebagaimana duduknya manusia biasa”.

Diriwayatkan oleh :

Ibnu Sa’ad dan Imam Hadits Yang Empat (Abu Daud, Turmidzi, An Nasai, Ibnu Majah) oleh Abu Ya’la dan Al Hakim dari Aisyah. Telah meriwayatkan pula Al Baihaqi dari Yahya bin Katsir secara mursal dengan tambahan (yang artinya) : “Maka hanyalah aku ini manusia biasa”.

Hamad meriwayatkan pula dari Amru bin Qarah dengan tambahan (yang artinya) : “Demi yang diriku berada digenggaman-Nya, seandainya dunia ini ditimbang disisi Allah dengan sayap seekor lalat, nisacaya Dia tidak memberi minum seorang kafir walau dengan segelas air”.

Sababul Wurud :

Kata Aisyah, Rasulullah telah bersabda kepadanya : “Hai Aisyah, jika aku mau niscaya bukit emat itu berjalan bersamaku. Telah datang kepadakku seorang malaikat, katanya : “Tuhanmu mengucapkan salam kepadamu dan menawarkan, jika engkau mau, engkau dapat menjadi seorang Nabi dan Raja Diraja atau jika engkau mau, engkau tetap menjadi manusia biasa. Dia mengisyaratkan kepada Jibril agar berbuat sesuatu untuk dirimu”. Maka aku jawab : “Aku pilih menjadi Nabi dan manusia biasa”. Sejak itu (Kata Asiyah) Rasulullah tidak makan bersandar (seperti Raja) tetapi beliau makan seperti manusia biasa.

Keterangan :
  1. Abu Al Husain Al Muqri dalam kitab “As Syama-il” meriwayatkan Hadits yang serupa dari Anas bin Malik “Adalah Rasaulullah SAW jika duduk diwaktu makan beliau menekuk lututnya yang kiri dan menegakkan yang kanan. Kata beliau : “Aku hanyalah seorang hamba Allah, manusia biasa. Aku makan seperti makannya manusia biasa dan aku bekerja seperti manusia biasa”. Tetapi Syekh Waliyuddin Al Iraqi menilai isnad Hadits ini dha’if.
  2. Al Bazar meriwayatkannya melalu Ibnu Umar tanpa kata “Ajlisu”.
  3. Imam Ahmad meriwayatkan di dalam “Az Zuhud” dari ‘Atha Ibnu Abu Rabah dan dai Al Hasan sesuai menurut matan Hadits di atas.
  4. Hadits ini menerangkan bahwa Rasulullah di waktu makan, beliau duduk dengan sopan, merendah diri tanda syukur kepada Allah, ridha dengan rizki yang ada, berakhlak dengan akhlak-akhlak ubudiyah adalah sifat manusiawi yang paling mulia.

Dinukil dari buku Asbabul Wurud Latar Belakang Historis Timbulnya Hadits-Hadits Rasul.


What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Desainart Project
Kita akan bersama dalam waktu yang lama, entah seberapa lama. Namun kita tak akan berpisah sebelum kata terakhir tuntas kita eja dengan seksama. Selamat Membaca !

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *