Hadits #1 Nabi Muhammad Dan Penjaga Surga

Dengan mengetahui Sababul Wurud sua hadits, kemungkinan salah dalam menyimpulkan kandungan hadits akan lebih teratasi, sehingga pengamalan dan penerapannya pun akan lebih cepat.


Hadits :

“Aku nanti akan datang ke sebuah pintu surga pada hari kiamat mohon agar pintu dibuka; maka akan berkatalah seorang penjaga: “Siapa kau?” aku akan menjawab: “Muhammad”. Penjaga itu akan berkata: “Demi engkau, aku diperintah agar aku tidak membukanya siapa pun sebelum engkau”.

Diriwayatkan oleh :

Imam Ahmad dan Muslim dari Anas bin Malik. Hadits ini bagian akhir dari “Hadits Syafa’at” yang secara lengkap ditulis Imam Ahmad dalam “Musnad”nya. Menurut Al Bulqaini, Hadits Syafa’at merupakan sababul wurud dari Hadits yang berbunyi : “Aku penghulu anak-cucu Adam”.

Sababul Wurud :

Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dalam “Tarikh”nya dari Ibnu Abbas sebagaimana diungkapkan dalam kitab “Al Jami’ul Kabir”, bahwa Rasulullah telah bersabda “Sesungguhnya Allah telah memilih akudi antara tiga keluarga rumahku bagi seluruh umatku yakni : aku penghulu ketiganya dan penghulu anak-cucu Adam pada hari kiamat dan hal ini tidak menjadi kebanggan bagiku.

Allah telah memilih aku, Ali bin Abi Thalib, Hamzah bin Abdul Muthalib dan Jafar bin Abu Thalib, ketika kami tidur di Abthah dengan hanya berselimut baju masing-masing. Ali disebelah kananku, Ja’far di sebelah kiriku dan Hamzah di dekat kakiku.

Tiba-tiba aku terbangun oleh kepakan sayap malaikat. Dia adalah Jibril bersama tiga malaikat lainnya. Salah seorang di antara mereka bertanya: “Hai Jibril kepada siapa di antara ke empat orang ini engkau di utus?” Maka Jibril menyentuh aku dengan kakinya seraya berkata : “Kepada orang ini, dia penghulu anak-cucu Adam”. Kembali malaikat itu bertanya : “Siapa Dia?” Jawab Jibril : “Dia Muhammad bin Abdullah, penguulu seluruh Nabi. Dan ini Ali bin Abu Thalib dan yang ini Hamzah bin Abdul Muthalib penghulu syuhada kemudian yang ini adalah Ja’far yang akan diberi dua sayap untuk terbang dalam surga sekehendaknya”.

Keterangan :
  1. “Jannah” (surga) msahdar dari kata “janna” artinya “satara”, menutupi. Jadi jannah (surga) adalah taman yang ditutupi pepohonan, disebut juga “Daarus Tsawab”, negeri pahala.
  2. “Abthah” adal maknanya semua tempat yang luas. Maksudnya sebuah tempat di Makkah, letaknya antara Jabal Nur dan Hajwan.
  3. Kisah serupa diriwayatkan pula dari Hadits Ya’kub bin Sufyan, tapi didalamnya ada orang bernama ‘Ubayah bin Rubu’i yang oleh Adz-Dzahabi dalam kitabnya “Mizanul I’tidal” dijelaskan bahwa ‘Ubayah bin Rubu’i dari sekte syi’ah. Ia seorang yang dha’if.

Dinukil dari buku yang berjudul Asbabul Wurud karya Ibnu Hamzah Al Husaini Al Hanafi Ad Damsyiqi


What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Desainart Project
Kita akan bersama dalam waktu yang lama, entah seberapa lama. Namun kita tak akan berpisah sebelum kata terakhir tuntas kita eja dengan seksama. Selamat Membaca !

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *