DESAINART- Kenapa kalau advice (saran) dokter kita taati dengan sepenuh hati, tetapi kalau saran Rasulullah masih suka nanya, itu sahih ga?

Kalau dokter sudah bilang, kamu hari begini dan begini, maka kita akan langsung saat banget sama pak Dokter. Karena kita ingin penyakit segera sembuh. Tak ingin kambuh lagi. Tak ada kata membantah, pokoknya taat penuh.

Tapi Kalau Rasulullah yang berpesan, kita sering membantah. Itu kan Rasulullah, bukan saya. Itu kan kelas beliau sebagai Nabi, saya kan mansuia biasa.

Lalu…

Kalau dokter melarang kita makan ini dan itu. Tidak boleh beli ini dan tidak boleh mengkonsumsi itu. Kita pasti taat banget seolah itu adalah pantangan yang sangat berbahaya. Karena faktanya emang itu bahaya buat tubuh. Jadinya kita sangat takut sama makanan yang dipantang tadi.

Tapi kalau Rasulullah yang melarang. Wah kita malah kayak disuruh. Melanggarnya dengan santai karena mikir Rasul ga bakalan lihat. Santai pasti nanti juga diampuni, mikirnya gitu, Laaah, kita nya saja tidak pernah minta diampuni, lalu gimana coba?

Kalau larangannya dari Rasulullah kita masih mempertanyakan. Apa benar larangannya seperti itu? Apa benar itu dari Rasulullah? Kalau nanti sudah benar, maka senjata andalan berikutnya adalah, “Saya kan belum mampu melakukan itu?”.

Sobatart, ini haru diluruskan. Akhlak kita kepada Rasulullah harus dibenahi. Perintah harus ditaati. Dilakukan sepenuh hati dan juga semampu kita melakukannya. Jangan asal tanya, padahal sudah tau jawabannya. Karena panutan dan teladan kita Rasulullah Muhammad saw. bukan yang lainnya.

Kalau saran dokter kita selisihi, kita mungkin bakalan sakit lagi dan tidak sembuh. Tapi kalau perintah Rasulullah tidak kita indahkan, nasib akhirat kita gimana sobat?

Mari kita renungkan kembali, sebenarnya kita hidup ini untuk apa dan untuk siapa?


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
DESAINART

Blog ini tidak bermaksud menampilkan data-data valid atau informasi lengkap, tapi kami mengajak siapa saja yang singgah disni, melihat hal-hal keseharian dengan lebih sederhana, santai, wajar bahkan jenaka, tetapi tetap menemukan kedalaman.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *