DESAINART- Pangeran Antasari lahir tahun 1809. Ia adalah seorang keluarga Kesultanan Banjarmasin yang dibesarkan di luar lingkungan istana. Ibunya bernama Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman dan Ayahnya bernama Pangeran Mas’ud bin Pangeran Amir.

Pangeran Antasari, dilahirkan di Kalimantan Selatan. Waktu itu, pada tahun 1859, yang dimaksud Kalimantan Selatan mencakup Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dewasa ini. Apabila seluruh sejarah Kalimantan (Borneo) kita teliti kembali, suatu perlawanan rakyat yang lama dan ulet terhadap imperialisme Belanda di abad yang silam, hanya terjadi di Kalimantan Selatan.

Perlawanan rakyat yang lama dan ulet ini terjadi dalam Perang Banjar, suatu peperangan yang terjadi di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan sekarang, pada tahun 1859 – 1865. Peperangan ini meliputi wilayah yang sangat luas, yaitu dari daerah Dusun Atas hingga Tanah Laut, dari Kuala Kapuas sampai Cantung di Tanah Bumbu.

Melihat perlawanan rakyat yang hampir serentak dan merata di seluruh wilayah yang dahulunya merupakan wilayah Kerajaan Banjarmasin, jelas perang ini merupakan perang “Nasional” suku Banjar terhadap imperialisme Belanda di Kalimantan Selatan.

Bagi Belanda Perang Banjar ini cukup berat dan membahayakan kekuasaannya di Kalimantan Selatan. Kapal perang BeJanda, Onrust, ditenggelamkan rakyat di hulu Barito. Selain menghadapi perlawanan berat dari rakyat juga medan yang luas dan sukar ditempuh menyulitkan golongan penjajah dalam operasi-operasi mereka.

Kekuatan-kekuatan rakyat bertahan dalam benteng-benteng mereka di gunung-gunung dan benteng terapung Kutamara di sungai, di samping menjalankan taktik gerilya, diilhami semangat perang sabil. Untuk dapat memberikan perlawanan yang intensip terhadap serangan-serangan rakyat, untuk pertama kali sejarah perang di Indonesia, Belanda memadukan.operasi marine dan militer di daerah yang bersungai-sungai dan rawa itu, hal mana sebelumnya tak pernah terjadi.

Belanda menyebutkan perang ini berhenti pada tahun 1865, tetapi hal ini relatif, karena secara periodik perlawanan rakyat berjalan terus sampai tahun 1905. Baru setelah periode Menawing diakhiri oleh Christoffel dan marsosenya dengan hancurnya pemerintah Pegustian yang dibangun Antasari sejak tahun 1860 perlawanan rakyat Banjar yang teratur habis.



Baru kemudian dimulai lagi tahun 1945 dengan perjuangan kemerdekaan membela Proklamasi 17 Agustus 1945. Dalam segi tindak-historis, Pangeran Antasari adalah motor dari gerak mula pecahnya Perang Banjar, dan testamennya “haram manyarah”, menyebabkan keturunannya bertahan di hulu Bari to sampai tahun 1905.

Perang Banjar Secara Singkat

Rakyat yang resah akan perlakuan Belanda menggugah Pangeran Antasari untuk menggempur pasukan Belanda. Ia kemudian bergabung dengan kepala-kepala daerah Hulu Sungai, Marthapura, Barito, Pleihari, Kahayan, Kapuas, dan lain-lain.

Mereka bersepakat mengusir Belanda dari Kesultanan Banjar. Maka 18 April 1859 meletuslah perang pertama yang lebih dikenal dengan Perang Banjar, dibawah pimpinan Pangeran Antasari. · Perang itu berlangsung sampai empat belas tahun.  Pernah pihak Belanda mengajak berunding, tetapi Pangeran Antasari tidak pernah mau.

Daerah pertempurannya meliputi Kalimantan Selatan dan Kalirnantan Tengah. Pada tahun 1862 Pangeran Antasari merencanakan suatu serangan besar-besaran terhadap Belanda, tetapi secara mendadak, wabah cacar melanda daerah Kalimantan Selatan.

Pangeran Antasari terserang juga, sampai ia meninggal pada 11 Oktober 1862 di Bayan Begak, Kalimantan Selatan. Kemudian ia dirnakamkan di Banjarmasin.

Gelar Pangeran Antasari
  • Pangeran Antasari bergelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin (Pemimpin Pemerintahan, Panglima Perang, dan Pemuka Agama Tertinggi).
  • Pangeran Antasari diangkat sebagai Sultan Banjar di hadapan seluruh rakyat, panglima dayak, pejuang, alim ulama, dan bangsawan banjar pada 13 Ramadhan 1278 H.
  • Pangeran Antasari ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 1968 melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia dengan No. 06/TK/1968 pada 27 Maret 1968. Semoga keteladanan beliau dapat menginspirasi kita semua.

Catatan: 
Apabila ada kesalahan dalam penulisan nama, tempat dan tahun dll, mohon dikoreksi dan disampaikan langsung melalui kolom komentar. Sumber informasi di kutip dari berbagai sumber yang dihimpun oleh kru DESAINART.

Haturnuhun sudah mampir, semoga bermanfaat 🙂

Download Biografi


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
DESAINART

Blog ini tidak bermaksud menampilkan data-data valid atau informasi lengkap, tapi kami mengajak siapa saja yang singgah disni, melihat hal-hal keseharian dengan lebih sederhana, santai, wajar bahkan jenaka, tetapi tetap menemukan kedalaman.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *