DESAINART- Imam al Hafizh Syaikhul Islam Muhyiddin Abu Zakaria Yahya ibnu Syaraf ibnu Muri ibnu Husain ibnu Muhammad ibnu Jumu’ah ibnu Hizam an-Nawawi. Nama an-Nawawi dikaitkan dengan Nawa, sebuah desa yang terletak antara daerah Hauran dan Syiria yang kemudian berubah menjadi Damaskus.

An-Nawawi lahir pada bulan Muharram tahun 631 H (1233 h) Di Desa Nawa dari orang tua yang saleh dan salehah. Memasuki usia sepuluh tahun, ia mulai belajar menghafal Al-Qur’an dan belajar Ilmu fiqih kepada salah seorang guru di sana. Kebetulan pada waktu itu seorang guru besar bernama Yasin ibnu Yusuf al Marakisyi sedang berada di desa tersebut, dan ia melihat banyak anak yang hanya bermain saja. Ia merasa sedih dan menangis sambil membaca Al-Qur’an. Ia lalu menemui oran an-Nawawi dan memberikan nasihat supaya anak ini menghabiskan waktunya untuk menuntut ilmu. Dengan senang hati, orang tua an-Nawawi menerima nasihat tersebut.

Pada tahun 665 H (1251 M) dengan diantar sang ayah, an-Nawawi datang ke kota Damaskus untuk menuntut ilmu di lembaga pendidikan Daarul Hadiits. Tetapi, ia tinggal di asrama Madrasah ar-Rawahiah yang letaknya berdekatan dengan masjid Umawiyah di sebelah timur. Pada tahun 651 H, an-Nawawi menunaikan ibadah haji bersama ayahnya, kemudian ia pulang lagi ke Damaskus.

Pada tahun 665 (1266 M), an-Nawawi diberi tugas mengejar di Madrasah Darul Hadits pada bidang studi ilmu pendidikan. Ketika itu usianya baru memasuki 34 tahun. Ia menghabiskan waktunya di lembaga tersebut sampai wafat. Selama berada di Damaskus, kehidupan intelektual an-Nawawi sangat menonjol.

Pada masa remaja, ia gigih menuntut ilmu. Ia berusaha mempelajari semua bidang ilmu dan ia benar-benar menikmatinya. Ia sangat ahli di bidang bacaan dan hafalan. Dalam kurun waktu empat setengah bulan ia hafal kitab Tanbiih. Dan di penghujung tahun yang sama ia juga hafal seperempat bagian ibadah dari kitab al-Muhadzab. Dalam waktu relatif singkat ia berhasil menjaring banyak ilmu yang sangat mengagumkan. Melihat itu, gurunya Syaikh Abu Ibrahim Ishaq ibnu Ahmad al-Maghribi merasa sangat senang sehingga mempercayainya untuk mengajar di forum pengajiannya.

Para penulis biografi sepakat bahwa sosok an-Nawawi adalah seorang yang tekenal sangat zuhud dan wara’ (berhati-hati). Selain dikenal piawai dalam memberikan pandangan tentang masalah-masalah hukum, ia juga sangat rajin mengamalkan kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar.


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
DESAINART

Blog ini tidak bermaksud menampilkan data-data valid atau informasi lengkap, tapi kami mengajak siapa saja yang singgah disni, melihat hal-hal keseharian dengan lebih sederhana, santai, wajar bahkan jenaka, tetapi tetap menemukan kedalaman.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *