DESAINART- Sultan Hasanuddin lahir pada 1631 di Ujung Pandang. Ia putera kedua Sultan Malikusaid, Raja Gowa ke 15. Sultan Hasanuddin memerintah Kerajaan Gowa, ketika Belanda sedang berusaha menguasai perdagangan rempah-rempah. Gowa merupakan kerajaan besar di wilayah Timur Indonesia yang menguasai lalu lintas perdagangan.

Oleh karena itu, Belanda ingin memonopoli perdagangan rempah-rempah diwilayah Gowa. Pada tahun 1666 dibawah pimpinan Cornelis Speelman Belanda berusaha menundukkan kerajaan – kerajaan kecil, tapi belum berhasil menundukkan Gowa.

Hal ini menyebabkan terjadinya perbenturan kepentingan antara Belanda dengan Kerajaan Gowa. Ketegangan dengan kongsi dagang Belanda ini memuncak ketika Sultan Hasanuddin naik takhta memerintah Kerajaan Gowa.

Penolakan terhadap monopoli Belanda menimbulkan peperangan terbuka antara Gowa dengan VOC. Belanda mengerahkan angkatan perangnya yang besar di bawah pimpinan Cornelis Speelman pada tahun 1666. Serangan besarbesaran oleh VOC dihadapi dengan gagah berani oleh Sultan Hasanuddin.

Perlawanan raja Gowa ini didukung sepenuhnya oleh kelompok bangsawan dan golongan militer. Kegigihan Sultan Hasanuddin dalam melakukan perlawanan terhadap Belanda menyebabkan beliau mendapatkan julukan ”Ayam Jantan dari Timur”. Julukan ini berdasarkan kenyataan bahwa sejak pecah perang antara Belanda dengan Kerajaan Gowa, armada dagang VOC, tidak pernah aman dari gangguan armada raja Gowa itu.

Dalam pertempuran yang berlangsung selama berbulan-bulan, Belanda terus mendatangkan bala bantuannya dari Jawa dengan persenjataan yang lebih modern. Meskipun demikian, Sultan Hasanuddin dan pasukan-pasukannya tidak gentar.

Dengan seluruh kekuatan yang ada, beliau melawan Belanda yang bersenjata modern. Oleh karena kekuatan Belanda yang lebih besar, lamakelamaan kekuatan Hasanuddin menjadi lemah.

Pertempuran terus berlangsung, sehingga Gowa semakin lemah dan tanggal 18 November 1667 bersedia mengadakan perdamaian Bongaya.

Ajakan damai Belanda akhirnya diterima dalam Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667. Perjanjian Bongaya sangat membatasi gerak perekonomian Kerajaan Gowa dan menjadikan VOC sebagai satu-satunya penentu kehidupan ekonomi dan pemerintahan negara.

Gowa merasa dirugikan karena itu Sultan Hasanuddin mengadakan perlawanan lagi.  Oleh karena itu, sekali lagi Hasanuddin mengobarkan perang melawan Belanda. Hebatnya perlawanan itu, hingga Speelman harus mendatangkan bala bantuan dari Batavia lagi.

Akibatnya Belanda berhasil menerobos benteng terkuat Gowa yaitu Samba Opu tanggal 12 Juni 1669. Ajakan Belanda untuk berunding, ditolak oleh Gowa.

Setelah peperangan berakhir, Sultan Hasanuddin kemudian mengundurkan diri dan digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Amir Hamzah. Beliau wafat pada tanggal 12 Juni 1670. Selama hidupnya, Hasanuddin tetap anti-Belanda dan bersikeras mempertahankan kedaulatan kerajaannya.

Teai Mangkasara Punna Bokona Loko

Sultan Hasanuddin adalah seorang tokoh yang gagah berani dalam menentang kekuasaan Belanda. Kehebatan perlawanan yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin menyebabkan beliau mendapat julukan ”Ayam Jantan dari Timur”. Julukan tersebut diberikan Belanda karena Belanda merasa gentar terhadap kekuatan dan keberanian Sultan Hasanuddin. Berbagai usaha dilakukan Belanda untuk mengajak beliau berunding, namun usaha tersebut tidak pernah digubris.

Perlawanan Sultan Hasanuddin memberikan inspirasi pada generasi berikutnya bahwa setiap usaha melawan kekuatan-kekuatan asing yang akan mengganggu keutuhan wilayah, harus dilakukan dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga, sehingga kekuatan-kekuatan asing itu akan berpikir dua kali jika ingin menancapkan kekuasaannya.


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
1
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
DESAINART

Blog ini tidak bermaksud menampilkan data-data valid atau informasi lengkap, tapi kami mengajak siapa saja yang singgah disni, melihat hal-hal keseharian dengan lebih sederhana, santai, wajar bahkan jenaka, tetapi tetap menemukan kedalaman.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *