Biografi Ali Syari’ati (1933 – 1977)

Kemiskinan sejatinya bukanlah semalam tanpa makan melainkan sehari tanpa berpikir. (Ali Syariati)


DESAINART- Ali Syariati dilahirkan pada 1933 di Mazinan, pinggiran kota Sabzevar, Iran. Ayahnya seorang orator nasionalis progresif yang kelak ikut serta dalam gerakan-gerakan politik anaknya. Ketika belajar di Sekolah Pendidikan Keguruan, Syariati bergaul dekat dengan para pemuda golongan ekonomi lemah (mustad’afin), sehingga ia menyaksikan dan merasakan sendiri kemiskinan dan kehidupan yang berat yang ada di Iran Pada masa itu.

Di usia 18 tahun, ia mulai mengajar. Pada saat yang sama ia pun berkenalan dengan banyak aspek pemikiran filsafat dan politik Barat, seperti tampak dari tulisan-tulisannya. Ia berusaha menjelaskan dan memberikan solusi bagi masalah yang dihadapi masyarakat Muslim Iran melalui prinsip-prinsip Islam tradisional yang terjalin dan dipahami dari sudut pandang sosiologi dan filsafat modern. Syariati juga sangat dipengaruhi oleh pemikiran Maulana Jalaludin Rumi (klik: Profil) dan Muhammad Iqbal.

Syariati lalu pergi ke Tehran dan mulai mengajar di Institut Hosseiniye Ershad. Kuliah-kuliahnya kembali sangat populer di antara mahasiswa-mahasiswanya dan akibatnya berita menyebar dari mulut ke mulut hingga ke semua lapisan ekonomi masyarakat, termasuk kelas menengah dan atas yang mulai tertarik akan ajaran-ajaran Syariati.

Pihak Kekaisaran Iran kembali menaruh perhatian khusus terhadap keberhasilan Syariati yang terus berlanjut. Akhirnya, pihak kepolisian pun segera menahannya bersama banyak mahasiswanya. Tekanan yang luas dari penduduk Iran dan tekanan internasional akhirnya mengakhiri masa penjaranya selama 18 bulan.

Ia dilepaskan oleh pemerintah Shah Pahlevi pada 20 Maret 1975 dengan syarat-syarat khusu yang menyatakan bahwa ia tidak boleh mengajar, menerbitkan, atau mengadakan pertemuan-pertemuan, baik secara umum maupun secara pribdi. Aparat keamanan dan intelejen SAVAK mengawasinya dengan ketat.

Syariati menolak syarat-syarat ini dan memutuskan hijrah meninggalkan negaranya dan pergi ke Inggris. Tiga minggu kemudian, pada 19 Juni 1977, ia mati (semoga) syahid dibunuh oleh agen-agen SAVAK.

Syariati dianggap sebagai salah satu pemimpin filosofis paling berpengaruh di Iran di masa pra revolusi Islam. Pengaruh dan popularitas pemikirannya terus dirasakan di seluruh masyarakat Iran bertahun-tahun kemudian.

Ideologi dan Perjuangan Syariati

Ali Syariati mempelajari dan menghayati banyak mazhab pemikiran filsafat, theologi, sosiologi dengan satu sudut pandang Islami. Sebagian orang menyebutkan bahwa dia adalah Muslim Muhajir (yang berhijrah) yang muncul dari kedalaman samudra mysticism (tasawuf) timur, lalu mendaki ketinggian pesona gunung sains soisal Barat. Namun tidak sampai terperangkap pesona itu, lalu dia kembali ketengah-tengah kita dengan semua permata yang di dapat dari perjalanannya.

Ali Syariati juga bukan seorang fanatik reaksioner yang melawan apapun yang baru tanpa suatu ilmu pengetahuan; dia juga bukanlah seorang “intelektual terbaratkan” yang meniru segala dari Barat tanpa pertimbangan yang independen. Karena dapat mengetahui kekuasaan pada zamannya, ia memulai kebangkitan Islaminya dengan melakukan pencerahan terhadap massa rakyat, khusunya kalangan muda, melalui kuliah, ceramah, demonstrasi dan gerakan sosial politik.

Dia percaya jika elemen muda masyarakat ini mempunyai keimanan Islam yang benar, mereka akan secara total mengabdikan dirinya dan aktif menjadi elemen mujahid yang rela mengorbankan bahkan nyawanya untuk cita-cita idealnya. Ali Syariati secara konstran berjuang untuk menciptakan nilai-nilai kemanusiaan di dalam diri generani muda, dimana sebelumnya nilai-nilai tersebut telah diruask oleh metode saintifik (empirisme-positivisme Ilmiah) dan teknis.

Dia dengan antusias berusaha untuk memperkenalkan kembali al-Qur’an dan sejarah Islam kepada generasi muda sehingga mereka dapat menemukan jati diri merek yang sejati dalam semua dimensi kemanusiaannya dan dapat berjuang melawan semua kekuatan masyarakat yang dekaden dan korup. Untuk memperjuangkan ideologinya Ali Syariati menulis banyak buku. Beberapa karyanya dapat dilihat dalam daftar di bawah ini.

Karya-Karya dan Ceramah Ali Syariati

Ali Syari’ati sebagai seorang cendekiawan Muslim dan pengilham revolusi Iran, sudah barang tentu mempunyai banyak karya, baik yang berkaitan dengan masalah keislaman maupun yang berhubungan dengan problematika dunia Internasional.

Berikut adalah beberapa karya Ali Syariati:

Islam Mazhab Pemikiran dan Aksi

Buku ini memaparkan rangkuman obsesi Syari’ati tentang bagaimana menghadirkan Islam di zaman sekarang: Islam yang intelektual (sebagai Mazhab Pemikiran) sekaligus aktivistik (sebagai Mazhab Gerakan atau Aksi). Meskipun disajikan secara padat, namun daya gugah dan sifat mencerahkan yang khas dari pemikiran Syari’ati tetap saja menonjol. Lebih dan itu, buku ini memiliki keunikan tersendiri berkat dimuatnya puisi panjang Syari’ati yang berisi renungan-nya tentang Tuhan, sang Pencipta.

Ideologi Kaum Intelektual: Suatu Wawasan Islam

Dari buku ini membuktikan bahwa Ali Syari’ati adalah pemikir Muslim kontemporer terkemuka yang juga melakukan penafsiran terhadap Al-Qur’an, yang bisa disebut sebagai ulil albâb . Di sini Syari’ati berbicara tentang kebudayaan, peradaban, dan peran sekelompok orang, yakni intelektual, di tengah percaturannya. Syari’ati sebagai muslim, mulai dengan menegaskan peran agama sebagai ideologi suatu keyakinan yang dipilih secara sadar untuk memberikan respon kepada problem dan kebudayaan masyarakat, bukan sekedar alat untuk melegitimasi status quo. Dalam kaitan itu, sang ulil albâb . lantas menunjuk orang-orang yang bukan ilmuan, atau rausyanfikr menurut istilahnya. la pun menekankan pentingnya kaum intelektual muslim untuk menghubungkan diri dengan massa, menentang kaum reaksioner dan membangkitkan Islam sebagai agama yang menentang penindasan dan ketidakadilan. Pada akhirnya, Syari’ati tidak ragu-ragu untuk menempatkan diri sebagai lakon dalam sejarah perlawanan kaum tertindas, baik lewat tulisan-tulisannya maupun dalam tindakan nyata. la syahid demi kesetiaan pada keyakinannya. Syari’ati menunjukkan bahwa Islam bukan ideologi manusia yang terbatas pada massa pada persada tertentu, melainkan merupakan arus yang mengalir sepanjang perjalanan sejarah.

Man and Islam

Di dalam buku ini, Ali Syari’ati mengajak kita untuk berpikir radikal tentang fungsi manusia, arti ideologi dan pandangan hidup, tentang pemanfaatan dan penyegaran sumbersumber budaya sendiri dengan bimbingan Islam serta tugas-tugas yang harus dipikul oleh para cendekiawan muslim. Ciri khas tulisantulisan dan cerarmah Ali Syari’ati adalah menggerakkan. la memang cendekiawan sekaligus ulama Islam yang tidak suka melihat status quo atau kejumudan. Salah satu tema sentral gagasannya yang termuat dalam buku ini adalah bahwa para intelektual muslim hanya akan memiliki makna dan fungsi bila mereka selalu berada di tengah-tengah massa, menerangi massa, membimbing massa, dan bersama-sama melakukan pembaharuan ke arah yang lebih baik, lebih islami. Syari’ati menginginkan para cendekiawan memelopori suatu gerakan ideologis, karena dengan ideologilah kaum lemah dapat mengalahkan para penindasnya.

Peranan Cendekiawan Muslim: Mencari Masa Depan Kemanusiaan; Sebuah Wawasan Sosiologis

Buku ini merupakan kumpulan dari beberapa artikel Ali Syari’ati. Di dalam buku ini, Syari’ati memberikan sinar yang terang bagi kehidupan dan kemajuan teknologi yang telah membuat manusia kebingungan dan kehilangan arah.

Penutup

Ali Syari’ati berpendirian bahwa Islam mempunyai sifat yang sangat prinsipil dan rasional. Oleh karena itu, Islam mesti dipandang sebagai suatu mazhab ideologi, bukan sebagai suatu kebudayaan atau kumpulan ilmu. Mazhab itu sebagai ide atau gagasan dan kemudian menampilkan dalam bentuk pola geometris, dan juga dalam mazhab pemikiran itu terkandung sekumpulan konsep filosofis, keyakinan keagamaan, nilai-nilai etika, dan metode praktis yang harmonis-lewat hubungan rasional, yang akan melahirkan suatu kesatuan yang dinamis, bermakna, terarah, dan terpadu, yang hidup dan semua bagiannya dijiwai oleh suatu spirit atau ruh.

Inilah gambaran dari suatu mazhab pemikiran dan tindakan yang mendasari mental dari seseorang yang meyakini suatu mazhab pemikiran. Mazhab pemikiran juga dapat menciptakan gerakan, membangun, dan melahirkan kekuatan sosial serta memberikan misi, komitmen, dan tanggung jawab kepada seseorang.


What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Hamdan Haqiqi

Bukan siapa-siapa, dan tidak punya pengaruh apa-apa, hanya manusia yang sedang berusaha berkarya. Mari saling sapa, bertukar kata dan berbincang tentang banyak hal dengan seksama.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *