Benarkah Cinta Sumber Kegalauan?

Penuhi hatimu dengan cinta kepada Sang Pencipta, maka tak akan ada lagi ruang untuk mencintai lainnya.


DESAINART- “Kak, lagi galau nih”,
“Galau Kenapa?”,
“Biasalah, soal cinta kak”.

Sedikit obrolan tadi membuat kita tersenyum simpul. Kebiasaan anak muda sekarang mudah galau karena cinta. Didikt-dikit galau. Ke sana bingung, kesini bingung. Kalau dirasa mencintai itu enak. Tapi mencintai tak bisa menikah itu sama sekali tidak enak. Biasanya malah buat galau tingkat benua!

Pengin deket terus, padahal ga boleh. Karena dilarang agama. Padahal pesonanya terus menerus menyerang hari sampai babak penyisihan. Tak tahu harus bagaimana, pokoknya rasanya nyaman saja. Padahal dia tahu bahwa itu awal dari kegalauannya.

Ketemu tak sengaja, digerbang sekolah. Dia melirik, kamu juga melirik. Eh, awas, kena pandangan pertama. Lalu kepikiran terus, sampai kebawa mimpi. Haddeh, segitu amat sih. Lalu galau sepanjang hari. Sekolah dan nyanti ga bisa fokus. Kepikir terus wajah manis di depan gerbang tadi. Emang wajahnya terbuat dari gula apa?

Semua juga bakalan tahu kalau semua kegalauan berawal dari sini. Tidak bisanya menolak rasa sayang yang datang menghingga pelan. Kalau tegas dari awal sebenarnya galau tak pernah ada.

Saat cinta datang langsung saja bilang. “Sorry ya, semanis apapun kamu, aku imannya kuat kok. Lagi ga pengin mikir soal cinta dan sejenisnya. Rindu, kangen dan semisalnya juga ku tolak dulu. Belum saatnya. Ngerti kan?”

Nah, kalau tegas semacam itu pasti sehat tuh hatinya. Tapi kalau maju mundur kaya setrika, pasti ga bakalan sehat tuh hati kita. Kepikiran terus dan selalu mikir tak ada habisnya. Menjadi galau karena terlanjur cinta tapi ga bisa memilikinya. Akhirnya sembunyi-sembunyi kaya kucing nyuri ikan di dapur.

Emang Ga Boleh Mencintai Ya?

Boleh saja sih. Mau cinta sama siapa saja. Tapi ibaratnya puasa nih, bolehnya makan saat nanti waktu berbuka. Kalau sudah adzan maghrib makan apa saja sepuasnya. Halal dan tidak haram lagi makan. Tapi kalau lagi momennya pyasa kenapa suka incip-incip makanan hayooo? Kenapa kita ga sabar nunggu maghrib datang. Kan nanti dapat pahala?

Kamu tuh masih remaja yang dalam kondisi puasa. Maka puasa aja dulu dari rasa rindu. Nanti bakalan nyampe kok saatnya dimana kamu bisa mencintai dan memiliki. Saat dimana kamu bakalan disayang sepenuh hati. Tapi nanti kalau sudah buka puasa dan sudah halal. Sekarang kan belum sama sekali.

Selain itu, galau juga bisa melanda mereka yang sudah dewasa. Saat cinta datang terlambat. Yang ditunggu-tunggu tak datang-datang. Setelah kita menerima yang lain, eh dia nongol. Tuh rasanya dalam banget. Seperti nyesel-nyesel gimana gitu. Penginnya mengulang kembali hidup yang sudah berlalu. Tapi apa mungkin?

Jadi obatnya galau apa? Obatnya adalah mencoba menguatkan cinta Allah di dalam hatimu. Karena saat cinta pada Allah kosong di hati, maka hati akan diisi oleh cinta lainnya lagi. Bisa cinta pada manusia, atau pada harta benda. Kalau cinta di hati sudah full maka tak akan ada cinta yang lain.

Pasti bakalan nanya kan, caranya gimana? Caranya menguatkan cinta yaitu dengan banyak-banyak berkorban untuk Tuhan. Memberi, berinfak, bersedekah (dalam bentuk apapun) untuk kepentingan Agama dimana pun kita berada. Setiap kali pengorbanan kita lakukan, maka setiap kali pula akan memberi bekas pada hati. Enak gitu rasanya bisa berkorban untuk kepentingan Agama. Maka saat itu pula cinta pada Allah akan bertambah besar.

Cinta inilah yang akan mengusir rasa galau mu.
Insya Allah


What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Hamdan Haqiqi

Bukan siapa-siapa, dan tidak punya pengaruh apa-apa, hanya manusia yang sedang berusaha berkarya. Mari saling sapa, bertukar kata dan berbincang tentang banyak hal dengan seksama.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *