Andrea Hirata – Padang Bulan


Oleh : Laila Tralala Fitria

Enong, gadis berusia empat belas tahun yang harus merelakan cita-citanya untuk menamatkan pendidikan di bangku sekolah itu kini harus menjadi tulang punggung keluarga. Ayahnya, Zamzani, telah tiada karena tertimbun tanah ketika menunaikan pekerjaan kasarnya menjadi seorang penambag timah. Akhirnya, beban seberat itu harus dialihkan pada anak sekecil Enong. Walaupun dicibir dan diremehkan tenaganya, dia tak pernah menyerah untuk mencari pundi-pundi rupiah dengan cara mendulang timah. Sebab, yang ada dipikirannya adalah ia harus mencari uang membiayai sekolah ketiga adiknya itu.

Sebelum Zamzani pergi untuk selama-lamanya, sempat ia berujar kepada istrinya yang bernama Syalimah akan memberikan kejutan. Ia berencana mengajak istri dan keempat anaknya bersepeda ke Manggar untuk melihat pasar malam. Lelaki pendiam itu memang sangat penyayang. Bahkan ia sempat memberikan hadiah kecil yang sangat berkesan untuk Maryamah, putri sulungnya yang ia panggil Enong. Sebuah kamus bahasa Inggris ia berikan kepada anaknya yang memang sangat menggemari bahasa asing itu. Begitu penyayangnya lelaki itu, ia menyayangi keluargaya dengan cara sederhana namun sangat luar biasa maknanya. Maka, walaupun beberapa lelaki atau duda datang melamar Syalimah, ia selalu menolak. Baginya, cinta dunia-akhiratnya hanya untuk suaminya, Zamzani.

Tak ubahnya dengan kisah cinta yang mendalam pasangan Zamzani- Syalimah, Ikal, laki-laki dewasa itu tak pernah dapat untuk melupakan dan meninggalkan kisah cinta pertama dan satu-satunya itu pada wanita Hakkian bernama A-Ling. Sebenarnya kisah cinta ini tak dapat disamakan dengan kisah cinta Zamzani-Syalimah, karena kisah ini lebih pada kisah Ikal untuk mendapatkan cinta A-Ling. Namun, hal ini dapat disepadankan karena perjuangan dan tekad Ikal yang sangat besar untuk mendapatkan cinta A-Ling.

Suatu ketika Ikal sempat nekat untuk pergi dari rumahnya hanya karena A-Ling! Ayahnya memangtak menyetujui jika Ikal terus mengejar cinta A-Ling, apalagi dia adalah seorang non-muslim. Walaupun begitu, Ikal tak gentar, ia bahkan rela beberapa bulan untuk bekerja sebagai pelayan di warung kopimilik pamannya yang bernama “Bunga Serodja”, demi meneruskan perjuangan cintanya dan agar ibunya tak marah-marah karena putranya yang sarjana luar negri itu hanya menganggur di rumah. Sebenarnya bisa saja Ikal mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih layak dari ini, namun, sekali lagi karena A-Ling ia rela menolak dua pekerjaan. Karena, jika ia menerima pekerjaan itu, ia harus rela tinggal di Jakarta dan meninggalkan cintanya di Belitong.

Suatu ketika, Ikal bertemu dengan Enong di kantor pos, mereka sudah lama kenal, tapi tidak begitu dekat. Ikal sempat terheran-heran ketika tahu bahwa Enong ke kantor pos hanya untuk mengambil selebaran brosur-brosur yang rata-rata berbahasa Inggris. Kata Enong, dia senang sekali mengumpulkan dan membaca lembaran apapun yang berbahasa Inggris, termasuk brosur-brosur itu. Dari sanalah persahabatan mereka dimulai, Enong senang berbagi cerita tentang kegemarannya itu dan Ikal bercerita tentang cinta pertama dan satu-satunya cinta itu!

Menjadi seorang pelayan kopi ternyata membuat Ikal mengerti berbagai tipe-tipe orang. Mulai dari penampilan, pesanan kopi pahit, sedang, ataupun manis, juga dari cara seseorang meminum kopi, dapat ia identifikasikan. Ada seorang pelanggan yang kini menjadi ahabat Ikal, mungkin karena nasib mereka mirip, sama-sama menjadi bujang lapuk, pengangguran, dan masih bergantung pada orang tua mereka. Atau mungkin mereka sering mengobrol dan bertukar pikiran. Lai-laki ini akrab disapa Detektif M. Nur. Keahliannya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan penyelidikan membuatnya benar-benar dikenal sebagai seorang detektif di kampung ini. Mulai dari masalah sepeda ontel yang hilang, gigi palsu yang hilang, sampai tentang penyelidikan kasus misterius A-Ling! Kabarnya, A-Ling akan dilamar seorang Hakkian yang sudah mapan. Tentunya, dua bujang lapuk ini—Ikal dan Detektif M. Nur—semakin dekat saja.

Tak hanya pandai dalam hal menyelidiki, M. Nur berbakat dalam melatih merpatiuntuk dapat bekerja layaknya merpati pos! Ia memiliki seekor burung merpati putih yang pandai, Jose Rizal namanya, burrung ini sangat berjasa dalam penyampaian info tentang kabar A-Ling. Setelah penyelidikan yang cukup lam, Detektif M. Nur menyimpulkan bahwa kabar burung itu memang benar! Laki-laki yang akan melamar A-Ling itu bernama Zinar, ia seorang pemuda yang baik hati, tampan, mapan, dan berbadan atletis. Jika dibandingka dengan Ikal, Zinar memang jauh lebih baik. Seketika mendengar berita itu Ikal merasakan apa itu patah hati. Sakit!

Bukan Ikal namanya jika ia menyerah dan melepas cintanya ketika mendengar berita itu dari orang lain, sekalipun orang yang ia percaya. Ia ingin agar A-Ling sendiri yang mengatakan hal itu padanya, sekalipun rasanya pasti akan jauh lebih sakit! Ikal sudah berusaha untuk menemui A-Ling di rumahnya, toko kelontong yang juga tempat pertama kali mereka bertemu. Namun, bibi A-Ling menjawab dengan ketus bahwa A-Ling sudah tidak tinggal di sana lagi, ia sedang sibuk mempersiapkan pernikahan.Semakain hancur rasanya hati Ikal mendengar hal tersebut. Namun ia tak menyerah, ia ingin bertemu dengan Zinar! Berkat Detektif M. Nur juga Ikal memperoleh alamat Zinar, walaupun masih bingung apa yang akan dikatakan pada calon suami wanita yang dicintainya itu.

Setelah bertemu Zinar, Ikal hanya dapat menatapnya saja, tak mampu berkata apa-apa. Semua yang dikatakan Detektif M. Nur tentang kebaikan Zinar memang benar. Terlebih lagi Zinar memiliki senyuman yang menawan dan gaya bicara yang halus. Segera saja Ikal pergi meninggalkan Zinar dengan tanda tanya.

Ketika bertemu Ikal dan Detektif M. Nur, Enong menceritakan betapa inginnya ia mengikuti kursus bahasa Inggris di kampung sebelah. Namun ia sudah pernah ditolak secara halus karena usianya yang tak cukup muda lagi dan karena murid-murid kursus itu rata-rata masih berstatus sebagai pelajar. Tak banyak bicara, Ikal dan Detektif M. Nur mendatangi tempat kursus itu. Mereka memohon, merayu, da membujuk agar Enong diterima kursus disana. Setelah berdebat cukup panjang, khirnya Enong diterima kursus disana. Semangat wanita pendulang timah itu memang patut diacungi jempol! Tak gentar langkahnya mencapai apa yang ia inginkan.

Jika melihat Enong bahagia ketika belajar bahasa Inggris, ekspresi yang berbeda 180akan terlihat ketika membahas kehidupn keluarganya. Dulu ia pernah menikah dengan seorang pria yang tidak cukup baik perilakunya. Enong menerima lamaran pria itu bukan karena ia mencintainya, melainkan karena faktor usia.ketiga adiknya telah menikah dan ibunya ingin agar putri sulungnya segera menikah juga. Itulah sebabnya kehidupan keluarganya bersama Matarom tidak berjalan lama.

Matarom terkenal sebagai rajanya pemain catur. Tiga kali berturut-turut ia menjadi jawara catur yang diselenggarakan kampung Tanjung Pandan ini (untuk memperigati HUT Kemerdekaan Indonesia). Kebetulan Zinar juga mendafttar sebagai peserta catur. Maka, setelah memikirkan matang-matang, Ikal pun nekat untuk ikut lomba catur, padahal jelas-jelas dia tak tahu bagaimana bermain catur. Rupanya ia meminta bantuan temannya sewaktu kuliah di Prancis. Dia adalah seorang grandmaster catur dunia, Ninochka Stronovsky namanya. Melalui internet, Ikal menceritakan tentang kisah cintanya dan Zinar. Ninochka terkesan dan ia memberikan diagram permainan catur mulai dari cara pembukaan permainan sampai trik-trik menyerang.

Sekali lagi, berkat bantuan Detektif M. Nur, Ikal berhasil menjadi lawan main Zinar dalam pertandingan catur tujuh-belas-an ini. Dengan penuh semangat Ikal ingin sekali mengalahkan Zinar dalam pertandingan ini. Paling tidak ia bisa sedikit terhibur, walaupun Zinar jauh lebih baik dari dirinya, Ikal lebih pandai bermain catur! Semangat optimisme begitu terpancar dari aur Ikal.Namun kenyataan tak sejalan dengan harapan, dengan mudah Zinar mengalahkan Ikal. Bahkan tahun ini Zinar berhasil menjadi juara dua, sedangkan peringkat satu tetap dipegang oleh Matarom.

Setelah dikalahkan catur oleh Zinar tempo hari, Ikal semakin tak karuan. Patah hati membuatnya seperti orang yang mati segan, hidup tak mau. Kacau! Detektif M. Nur dan Enong tak henti-hentinya mencoba menghiburnya, namun hasilnya tetap nihil! Hingga suatu hari A-Ling datang menemui Ikal dirumahnya, ia menjelaskan bahwa sebenarnya yang akan menikah adalah sepupunya dan Zinar. Dia hanya membantu menyiapkan pernikahannya saja. Bersama itu ia mengantarkan undanga pernikahan Zinar. Seketika itu Ikal merasa melayang bahagi! Tersenyum lega karena pujaan hatinya tidak dipinang pria lain.

Download E-book

What's Your Reaction?

Sebel Sebel
0
Sebel
Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Desain Art

desainart.net dibangun pada tahun 2018 dengan harapan dapat menjadi media alternatif yang menginspirasi khususnya kaum milenial. desainart berawal dari sekumpulan orang yang sedang berusaha tidur teratur dan sedang berlajar menjadi muslim yang baik

Komentar