DESAINART- Hallo SobatArt ! Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang 11 fase kehidupan manusia dalam falsafah Jawa. Falsafah ini sangat relevan untuk terus dijdikan refleksi bagi kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mari kita bahas satu persatu falsafah tersebut.

Maskumambang

Simbol fase ruh/kandungan di mana kita masih “mengapung” atau “kumambang” di alam ruh dan kemudian di dalam kandungan yang gelap.

Mijil

Mijil artinya keluar. Ini adalah fase bayi, dimana kita mulai mengenal kehidupan dunia. Kita belajar bertahan di alam baru.

Sinom

Sinom adalah masa muda, masa dimana kita tumbuh berkembang mengenal hal – hal baru.

Kinanthi

Ini adalah masa pencarian jati diri, pencarian cita2 dan makna diri.

Asmaradhana

Fase paling dinamik dan ber-api2 dalam pencarian cinta dan teman hidup.

Gambuh

Fase dimulainya kehidupan keluarga dengan ikatan pernikahan suci (gambuh). Menyatukan visi dan cinta kasih

Dhandang Gula

Ini adalah fase puncak kesuksesan secara fisik dan materi (dhandang = bejana). Namun selain kenikmatan gula (manisnya) hidup, semestinya diimbangi pula dengan kenikmatan rohani dan spiritual.

Durma

Fase dimana kehidupan harus lebih banyak didermakan untuk orang lain, bukan mencari kenikmatan hidup lagi (gula). Ini adalah fase bertindak sosial.

Pangkur

Ini adalah fase uzlah (pangkur-menghindar), fase menyepi, fase mendekatkan diri kepada Gusti Allah. Menjauhkan diri dari gemerlapnya hidup.

Megatruh

Ini fase penutup kehidupan dunia, dimana Ruh (Roh) meninggalkan badan (megat: memisahkan). Fase awal dari perjalanan menuju keabadian.

Pucung

Fase kembali kepada Allah, Sang Murbeng Dumadi, Sangkan Paraning Dumadi. Diawali menjadi pocung (jenazah), ditanya seperti lagu pocung yang berisi pertanyaan. Fase menuju kebahagiaan sejati, bertemu dengan yang Mahasuci.

Pertanyaannya adalah, wis tekan fase ngendi uripe dhewe?  atau sudah sampai fase mana hidup kita? Terus seberapa siap kita menghadapi kehidupan kedepannya yang akan kita jalani? Dan sudah siapkah bekal kita untuk menghadapi kematian? Jawabannya hanya sobat sendiri yang bisa menjawab. Mari kita merenungkan kembali, hidup ini untuk apa?

Semoga bermanfaat, hatur nuhun sudah mampir !


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Hamdan Haqiqi

Bukan siapa-siapa, dan tidak punya pengaruh apa-apa, hanya manusia yang sedang berusaha berkarya. Mari saling sapa, bertukar kata dan berbincang tentang banyak hal dengan seksama.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *